Pengusaha Hotel 'Babak Belur' Diserang Corona


Jumat, 06 Maret 2020 - 10:22:19 WIB
Pengusaha Hotel 'Babak Belur' Diserang Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran membeberkan kondisi terkini industri hotel dan restoran usai diumumkan Indonesia terjangkit virus corona.
Menurut Maulana, industri hotel dan pariwisata sudah babak belur karena penurunan okupansi yang signifikan.

"2 hari ini sudah kelihatan. Sudah babak belur," kata Maulana ketika ditemui awak media dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Menurutnya, penurunan itu sudah terasa sejak fase pertama di mana virus corona dinyatakan merebak mulai dari China. Namun, ternyata tamparan itu tak kunjung usai ketika memasuki fase kedua yakni ada 2 WNI yang dinyatakan positif virus corona.

"Memang kalau di sektor pariwisata saat ini, kejadian begitu ada masuk ke fase kedua, itu ada cancel, cancel, cancel. Okupansi langsung drop semuanya. Karena kan ini masalah pasar domestik," terang Maulana.

Ia mengungkapkan, okupansi hotel dalam serangan virus corona ini hanya mencapai 20%. Sementara, normalnya pada low season okupansi hotel mencapai 40%.

"Corona ini cukup besar pengaruhnya, drop drastis sampai ke level 20% (okupansi). Ini berdampak sampai ke luar Jawa," tutur dia.

Geger Corona, Turis Asing hingga Domestik Batal Liburan di RI

Sebelum virus corona dinyatakan menjangkit Indonesia, pemerintah mengandalkan jumlah wisatawan nusantara (wisnus) untuk menggairahkan pariwisata domestik.

"Kita kan awalnya pasar domestik yang 2018 kita sampaikan pergerakan (wisnus) 303 juta, begitu 2019 terjadi penurunan karena tiket mahal. Jadi 275 juta. 2020 kita harapkan bergerak ternyata ada wabah corona," urai Maulana.

Namun, setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan 2 WNI positif corona, banyak wisnus yang kemudian membatalkan perjalanan wisatanya.

"Memang kalau di sektor pariwisata saat ini, kejadian begitu ada masuk ke fase kedua, itu ada cancel, cancel, cancel. Okupansi langsung drop semuanya. Karena kan ini masalah pasar domestik," kata Maulana.

Melihat kondisi ini, ia khawatir. Apabila sampai penutupan kuartal I-2020 ini belum ada solusi yang tepat untuk penyebaran virus corona, 70% cadangan devisa Indonesia bisa hilang.

"Yang pariwisata ya, itu bisa 60-70% hilang. Pasar kita hilang semua, bagaimana. Orang kan menghindari travelling. Yang akan travelling keluarnya satu-satu, terpaksa. Siapa yang mau? Lalu orang bisnis, ini juga tak ada pilihan," papar Maulana.

Sebelum virus corona masuk Indonesia saja, wisman di Bali sudah menurun drastis dan kerugiannya mencapai Rp 1 triliun. Maka, di fase kedua ini ia memprediksi kerugiannya semakin melebar.

"Saya baru punya data di fase pertama. Itu di Bali sudah ada cancelation, nilainya sampai Rp 1 triliun," ungkap dia.

Maulana membeberkan, sejumlah destinasi yang mengalami penurunan wisatawan yang paling parah yakni Bintan, Batam, Manado, dan Bali.

"Intinya yang paling besar kenanya di Batam, Bintan, Manado, Bali. Paling besar Batam Bintan, dan Manado karena itu ribuan. Kalau Bali dia ada captive dari wisman lain, termasuk domestiknya cukup hot," tutup dia.

Lalu, apa upaya pemerintah menangkis serangan corona ke pariwisata?

Pemerintah sendiri akan memberikan insentif pariwisata demi menjaga keberlangsungan industri tersebut. Insentif tersebut salah satunya pembebasan pajak hotel dan restoran.


Menteri Pariwisata dan Eknomo Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, pembebasan pajak bagi hotel dan restoran itu akan diberlakukan selama enam bulan.

"Iya untuk 6 bulan ke depan," kata Wishnutama usai Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

a menuturkan, pembebasan tersebut akan diberlakukan dalam waktu dekat. Saat ini, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda). Sehingga pemda tidak lagi menarik pajak dari hotel dan restoran di wilayahnya.

"Ya nanti langsung diimplementasi, kita juga berkoordinasi terus dengan pemerintah daerah," imbuh dia.

Menurut Wishnutama, sejauh ini pemda yang mendukung langkah pusat untuk membebaskan pajak hotel dan restoran. Sehingga, ia yakin hal ini dapat dijalankan.

"Pemda sangat supportif, sangat mendukung dengan adanya ini. Contohnya dengan Gubernur Bali, Pak Koster. Saya mendiskusikan progresnya, ingin tahu," tuturnya. (h/*)

loading...
 Sumber : detikNews /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 02 Agustus 2020 - 16:55:44 WIB

    Pengusaha Sawit Minta 20 T ke Sri Mulyani, Ada Apa ya?

    Pengusaha Sawit Minta 20 T ke Sri Mulyani, Ada Apa ya? HARIANHALUAN.COM - Sektor pertanian dan industri sawit nasional memberikan kontribusi besar terhadap kas negara, diperkirakan pajak yang diberikan mencapai Rp 100 triliun per tahun..
  • Kamis, 23 Juli 2020 - 00:01:39 WIB

    Begini Ancaman Luhut untuk Pengusaha Nikel

    Begini Ancaman Luhut untuk Pengusaha Nikel HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta seluruh pelaku usaha harus mematuhi Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Harga Patokan Penjual.
  • Sabtu, 18 Juli 2020 - 17:12:38 WIB

    Begini Cara yang Dilakukan Pengusaha Kuliner agar Tak Bangkrut saat Pandemi

    Begini Cara yang Dilakukan Pengusaha Kuliner agar Tak Bangkrut saat Pandemi HARIANHALUAN.COM - Inovasi sangat dibutuhkan saat berbisnis kuliner di tengah pandemi Covid-19. Karena pada masa ini banyak pelaku bisnis terpaksa harus mengibarkan bendera putih dalam melanjutkan bisnisnya. .
  • Selasa, 14 Juli 2020 - 18:57:06 WIB

    Pengusaha: Singapura Resesi maka Indonesia Bakal Dapatkan Untung Sekaligus Buntung

    Pengusaha: Singapura Resesi maka Indonesia Bakal Dapatkan Untung Sekaligus Buntung HARIANHALUAN.COM - Kondisi Singapura yang saat ini jatuh ke dalam jurang resesi tentu berimbas pada ekonomi kawasan. Indonesia diperkirakan bakal terkena dampak negatif menurunnya angka penanaman investasi. Namun, ternyata ad.
  • Senin, 13 Juli 2020 - 17:43:48 WIB

    Covid-19 Naik Terus, Pengusaha Mengaku Mulai Pusing Kepala

    Covid-19 Naik Terus, Pengusaha Mengaku Mulai Pusing Kepala HARIANHALUAN.COM - Kalangan pelaku usaha mengaku khawatir dengan sejumlah rekor penambahan kasus positif Covid-19 dalam beberapa hari terakhir di berbagai daerah termasuk Jakarta. Ancaman yang terbayang tentu dihentikannya la.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]