Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah


Jumat, 06 Maret 2020 - 10:34:28 WIB
Turki dan Rusia Sepakati Gencatan Senjata di Idlib, Suriah Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan mitranya dari Rusia Vladimir Putin kemarin mengumumkan gencatan senjata militer di Idlib setelah pertemuan selama enam jam di Moskow.

Idlib, basis pertahanan kubu pemberontak terakhir di Suriah, telah mengalami peningkatan kekerasan dan pertumpahan darah sejak Desember tahu lalu. Kekerasan berawal dari serangan pasukan Pemerintah Suriah yang didukung Rusia untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah tersebut.

"Pada pukul 00.01 malam ini, gencatan senjata akan diberlakukan," kata Erdogan kepada wartawan seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (6/3/2020).

Para pejuang yang didukung Turki merebut kembali kota utama di Idlib, Suriah. Idlib menjadi kota hantu ketika ratusan ribu orang melarikan diri.

Erdogan menambahkan bahwa Turki, yang telah mengirim ribuan tentara ke Idlib untuk mengusir tentara Suriah, tidak akan "diam" jika pasukan pemerintah Suriah melanjutkan serangan. Dia memastikan Ankara akan membalas setiap serangan dengan kekuatan penuh.

Putin mengatakan Rusia tidak selalu setuju dengan Turki, tetapi berharap kesepakatan itu akan berfungsi sebagai "dasar yang baik untuk mengakhiri pertempuran di zona de-eskalasi Idlib. Hal itu akan mengakhiri penderitaan para penduduk sipil dan krisis kemanusiaan yang berkembang.

Sebelumnya sebuah pesawat tempur milik tentara Turki, Turkish Fighter, menembak jatuh pesawat militer Suriah, di provinsi Idlib, Suriah Barat Laut.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM) peristiwa itu terjadi Selasa lalu waktu setempat seperti dikutip CNBC.com. Pesawat Suriah itu sudah ditarget dan pada Minggu Turki juga menembak dua pesawat militer Suriah.

Desember lalu, lebih dari 300 warga sipil, termasuk setidaknya 100 anak-anak, tewas di Idlib. (h/*)

 Sumber : kabar24 /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 24 Maret 2020 - 19:42:12 WIB

    Turki Gunakan Obat China untuk Pasien Corona

    Turki Gunakan Obat China untuk Pasien Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Turki mulai menggunakan obat-obatan yang dikirimkan dari China untuk mengobati pasien yang dinyatakan positif mengidap virus corona..
  • Senin, 16 Maret 2020 - 10:30:14 WIB

    Turki Karantina 10 Ribu Jamaah Umrah dari Arab Saudi

    Turki Karantina 10 Ribu Jamaah Umrah dari Arab Saudi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Turki mengkarantina 10 ribu warganya yang baru kembali dari melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi. Karantina dilakukan sejak para jamaah kembali pada Sabtu (14/3) untuk meminimalisir penyebaran v.
  • Selasa, 24 Desember 2019 - 10:26:00 WIB

    Turki dan Rusia Berunding Tentang Suriah

    Turki dan Rusia Berunding Tentang Suriah ANKARA, HARIANHALUAN.COM -- Delegasi Turki sedang berada di Rusia untuk membahas Suriah. Perundingan ini digelar setelah ada laporan serangan yang didukung Rusia telah memaksa puluhan ribu warga Suriah melarikan diri ke arah .
  • Jumat, 22 November 2019 - 07:46:24 WIB

    KAMMI Turki Menghadiri Pertemuan Mahasiswa Internasional dengan Presiden Kashmir

    KAMMI Turki Menghadiri Pertemuan Mahasiswa Internasional dengan Presiden Kashmir ANKARA,HARIANHALIAN.COM– Kashmir telah mengalami krisis politik sejak 5 Agustus 2019, ketika pemerintah India mencabut pasal 370 dalam konstitusinya yang menjamin status otonomi khusus wilayah mayoritas muslim Jammu dan Kas.
  • Selasa, 29 Oktober 2019 - 12:26:26 WIB

    Diduga Terlibat ISIS, Turki Tangkap Puluhan WNA

    Diduga Terlibat ISIS, Turki Tangkap Puluhan WNA ANKARA,HARIANHALUAN.COM-Kepolisian Turki menahan 20 orang yang diduga terkait dalam jaringan ISIS di ibu kota Ankara. Mereka yang ditangkap dalam operasi anti-teror itu merupakan warga negara asing (WNA). .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM