Amerika Siap Uji Coba Vaksin Corona, Tapi...


Jumat, 06 Maret 2020 - 10:51:19 WIB
Amerika Siap Uji Coba Vaksin Corona, Tapi... Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN,COM - Peneliti di Seattle, Amerika Serikat tengah merekrut relawan untuk uji klinis vaksin virus corona (COVID-19). Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Moderna Therapeutic. 

Dikutip dari situs Live Science, Jumat, 6 Maret 2020, uji klinis direncanakan pada akhir April dan akan mensponsori Kaiser Permanente Washington Health Research Institute. 

Baca Juga : Penembakan di New York Tewaskan Bayi, Pria 23 Tahun Ditangkap

Untuk tahap uji coba awal, mereka mencari 45 sukarelawan yang sehat usia 18-55 tahun. Tujuannya untuk menentukan kekebalan vaksin dari virus dan apakah ada efek samping dari dosis yang diberikan. 

Vaksin diklaim tidak mengandung virus yang bisa memicu COVID-19 dan tidak menyebabkan infeksi. Berbeda dengan vaksin untuk virus lain seperti untuk campak. Vaksin ini tidak memanfaatkan virus yang lemah atau mati. 

Baca Juga : Netanyahu Terkejut, Tentara Israel Bakar Diri karena Trauma Perang

Sebagai gantinya kandungan vaksin memiliki segmen RNA atau mRNA (Asam ribonukleat). Mereka diketahui akan membangun protein yang berbeda di dalam sel. 

MRNA buatan akan mendorong sel membangun protein yang ditemukan di permukaan virus. Sehingga sistem kekebalan tubuh seseorang harus bereaksi terhadap protein baru dengan membangun banyak antibodi untuk melawan virus.

Baca Juga : Terapkan Prokes Ketat, Saudi Wajibkan Vaksinasi Covid-19 untuk Jamaah Dua Masjid Suci

Memiliki konsep itu membuat perusahaan harus segera menyelesaikan pengembangannya. Alasannya karena mereka tidak perlu mengisolasi dan memodifikasi sampel virus corona seperti vaksin konvensional lainnya. 

Relawan akan diberikan dua kali suntikan di bagian lengan tangan atas dengan jarak 28 hari. 45 peserta akan dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing akan menerima dosis berbeda. 

Baca Juga : Bertemu AS, Netanyahu Sebut Pemerintah Iran Sebagai Rezim Fanatik

Kemudian relawan diminta menghadiri 11 kunjungan belajar selama 14 bulan studi dan akan menerima US$100 per kunjungan atau Rp1,4 juta. Sehingga jika ditotal mereka akan menerima US$1.100 atau Rp15,7 juta. 

Setelah uji coba awal, keefektifan vaksin juga akan diuji lagi pada kelompok yang lebih besar sebelum didistribusikan. Meskipun kabar ini menggembirakan, namun pejabat kesehatan Amerika Serikat tidak bisa menjamin harganya akan terjangkau. (h/*)

Editor : Heldi | Sumber : vivanews
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]