Rempah-rempah Diburu Karena Virus Corona, Harga Melambung


Jumat, 06 Maret 2020 - 14:24:57 WIB
Rempah-rempah Diburu Karena Virus Corona, Harga Melambung ilustrasi rempah-rempah

PADANG, HARIANHALUAN.COM --  Penjualan rempah-rempah laris manis karena penyebaran wabah virus corona. Rempah-rempah, seperti temulawak, jahe, sereh, dan kunyit ramai dicari masyarakat lantaran diyakini dapat menangkal virus tersebut.

Ujang (40), salah satu penjual rempah-rempah di Pasar Raya Padang menuturkan masyarakat berbondong-bondong mencari rempah-rempah setelah pemerintah mengkonfirmasi dua pasien positif virus corona di Indonesia.

"Gara-gara virus corona, semuanya beli karena memang badannya jadi hangat. Saya juga minum ini, kunyit pakai temulawak, jahe, terus pewanginya pakai daun cengkeh," katanya.

Ia mengatakan rempah-rempah yang paling banyak dicari adalah temulawak, jahe, dan sereh. Menariknya, masyarakat juga memborong bawang bombai. 

Pembelinya pun berasal dari berbagai kalangan. Mayoritas pembeli pun pekerja kantoran. Umumnya mereka beli dengan ukuran seperempat kilogram (Kg) untuk tiap jenisnya.

"Alhamdulillah bumbu dapur jadi laku. Sebelum corona penjualan biasa-biasa saja, cuma tukang jamu yang beli temulawak," ucapnya.

Tingginya permintaan akan rempah-rempah membuat harganya naik. Pedagang yang sudah berjualan di Pasar Mencos selama 20 tahun itu mengatakan harga temulawak naik dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp50 ribu per kg.

Sedangkan, jahe dibanderol dari Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kg menjadi Rp40 ribu kg, sereh Rp10 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg. Sementara, harga kunyit stabil di kisaran Rp15 ribu per kg.

Lonjakan harga terjadi pada komoditas bawang bombai dari Rp20 ribu sampai Rp30 ribu per kg menjadi Rp180 ribu per kg. Yani bilang terbangnya harga bawang bombai disebabkan kelangkaan pasokan di pasar. Namun, untuk komoditas rempah-rempah lainnya, tidak terjadi kekurangan pasokan di pasar.

Kondisi tak jauh berbeda ditemukan pada pedagang lain. Salah seorang pedagang rempah-rempah, Iwan (52) mengungkapkan kenaikan permintaan rempah-rempah dari segala jenis, khususnya temulawak, jahe merah, dan kunyit setelah virus corona masuk ke Indonesia.

"Kalau sebelum kejadian biasanya habis 3 kg sampai 4 kg untuk masing-masing, habis virus corona 5 kg habis. Yang jelas jadi sering nambah stok," katanya.

Kenaikan permintaan ini juga diikuti dengan lonjakan harga. Temulawak sebelumnya dipatok Rp30 per kg naik menjadi Rp50 per kg dari pasar induk. Lalu, harga jahe merah dari Rp65 sampai Rp70 per kg menjadi Rp100 per kg. (*)

loading...
 Sumber : istimewa /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]