BRI Pasaman Bantah Persulit UMKM Dapatkan Pinjaman Modal Usaha


Jumat, 06 Maret 2020 - 14:38:04 WIB
BRI Pasaman Bantah Persulit UMKM Dapatkan Pinjaman Modal Usaha Manager Bisnis Mikro BRI Cabang Lubuksikaping, Nofitriaman.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Keluhan sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Pasaman, terhadap sulitnya mengakses pinjaman kredit untuk tambahan modal usaha di Bank BRI, dibantah sendiri oleh pihak BRI. 

Pimpinan Cabang BRI Lubuksikaping, Muhammad Reza Bondan melalui Manager Bisnis Mikro BRI setempat, Nofitriaman mengatakan, BRI tidak pernah mempersulit nasabah untuk mendapatkan layanan kredit, apalagi KUR di bank tersebut. 

Menurutnya, BRI, selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Namun, ada sejumlah persoalan yang menyebabkan pengajuan pinjaman KUR nasabah tidak dapat direalisasikan oleh pihak bank. 

"Akhir November, Desember lalu, sampai pertengahan Januari 2020, kita memang tidak bisa realisasi KUR, seluruh Indonesia, BRI. Alasannya, karena kuota KUR itu sudah habis," ungkap Nofitriaman saat ditemui di kantornya, Jumat (6/3).

Dikatakan, jika pada saat itu nasabah mengajukan kredit KUR, memang tidak bisa dilayani. Karena kuotanya sudah habis sejak November 2019. Pengajuan kredit KUR oleh nasabah baru bisa diproses setelah melewati masa itu. 

"Jika pada Februari hingga kini diajukan sudah bisa kamu layani, diproses. Sebab, kita sudah dapat kuota baru pada pertengahan Januari lalu," ujarnya. 

Ia menyebutkan bahwa jatah kuota pencairan KUR di bank tertua di Indonesia itu dibatasi oleh pemerintah setiap tahunnya. Jika kuota tersebut sudah habis, otomatis pelayanan KUR kepada masyarakat pun terpaksa disetop sementara. 

"Kita kan perbankan itu dibagi kuota yah. Jatah BRI sekian T, Bank Mandiri sekian T, ini sekian T, ini sekian T. Itu kalau sudah habis memang disetop. Karena berkaitan dengan apa yang sudah dikuotakan kepada BRI," katanya. 

Selain itu, kata Nofitriaman, tingginya kondisi tunggakan KUR oleh nasabah di bank itu, menyebabkan empat unit BRI di cabang itu tidak dapat melakukan realisasi pinjaman KUR kepada nasabah. Itu sejak Januari-Februari. Keempat unit itu terdiri atas, Unit Tigonagari, Unit Duokoto, Tapus dan Rao.  

"Itu aturan di kita (BRI). Apabila NPL (kredit bermasalah) mencapai 5 persen, berturut-turut selama lima bulan, itu disetop KUR nya. Penghentian realisasi KUR di empat unit itu terhitung sejak Januari-Februari," katanya. 

Namun, sejak Februari 2020 ini, hanya tersisa dua unit lagi yang belum bisa realisasi KUR untuk masyarakat, yaitu unit Tigonagari dan Duokoto. Selebihnya sudah bisa melayani seperti biasanya. 

"Jadi, jika memang ada masyarakat yang bilang sulit, sebenarnya tidak dipersulit. Tapi kuotanya yang sudah tutup dan sejumlah unit NPL nya terlalu tinggi," pungkas pria yang sudah 25 tahun bekerja di BRI ini. 

Pihaknya, kata dia, dibatasi oleh NPL. Kalau angka kredit bermasalah (NPL) pada bank itu tinggi, selama tiga bulan berturut-turut, maka pencairan KUR harus disetop. Sebagai solusinya, kata dia, NPL itu harus diturunkan terlebih dahulu.

"Caranya, kita lakukan penagihan dulu kepada nasabah. Dan, saya rasa peraturan perbankan tentang semua ini sama. Jika dibiarkan, bisa bisa banknya nanti kolaps," katanya.

Akibat tingginya NPL ini, target pencairan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada bank ktu di tahun ini turun drastis, hanya sebesar Rp5 miliar. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mencapai Rp20 miliar dalam setahun. 

"Target pencairan kita diturunkan oleh kantor pusat. Biasanya saya ditarget Rp20 miliar per tahun. Kini tidak sampai. Saya cuma ditarget dibawah Rp5 miliar," ujarnya. 

Nofitriaman membeberkan, bahwa nasabah KUR di BRI Lubuksikaping itu kini mencapai 12.000 an nasabah. Tersebar di delapan unit. Rata-rata nasabah KUR itu bergerak pada sektor usaha pertanian, perkebunan dan perdagangan. (*)

Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]