CEK FAKTA: Benarkah Tisu Basah Bisa Jadi Alternatif Ketika Masker Langka?


Jumat, 06 Maret 2020 - 15:48:27 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Tisu Basah Bisa Jadi Alternatif Ketika Masker Langka? ilustrasi tissue basah

HEALTH, HARIANHALUAN.COM -- Beredar sebuah konten yang mengklaim kalau tisu basah bisa menjadi alternatif dari masker ketika terjadi kelangkaan. Bahkan lengkap konten ini berisi video tutorial membuatnya. Persediaan masker kesehatan menipis bahkan harganya di pasaran ikut melambung sejak virus corona mewabah. 

Bersamaan dengan itu, beredar video orang yang menunjukkan cara membuat masker alternatif dari tisu basah. Salah satu videonya diunggah oleh akun Instagram @jakarta.coverbothside pada Senin, 2 Maret 2020. Dalam unggahan itu diberikan narasi sebagai berikut. "Alternatif menyiasati kelangkaan masker terkait virus Corona. Tetap tenang. Jgn panik. Jaga kebersihan. Ikutin instruksi pemerintah!"

Video yang diunggah @jakarta.coverbothside memperlihatkan seorang wanita membuat masker alternatif dari tisu basah. Wanita itu menggunting bagian sisi tisu untuk dipakai cantolan ke telinga. Saat tangkapan layar ini diambil, video tersebut telah disaksikan 982 kali. Benarkah tisu basah jadi alternatif menyiasati kelangkaan masker?

Penjelasan
Berdasarkan cek fakta dan penelusuran turnbackhoax.id, Rabu (4/3), tisu basah dijadikan pengganti masker di tengah kelangkaan masker karena virus Corona merupakan hal yang keliru dan tidak dianjurkan oleh para ahli medis. Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi Kemenkes RI Busroni menjelaskan bahwa penggunaan tisu basah justru akan mempermudah partikel-partikel di udara menempel pada bagian kulit yang dengan tidak sengaja bisa terhirup.

Pernyataan Busroni ini dimuat situs medcom.id dalam artikel berjudul "[Cek Fakta] Benarkah Tisu Basah Dapat Mengganti Fungsi Masker untuk Mencegah Virus Korona? Ini Faktanya" yang dimuat pada Selasa (3/3).

"Tisu basah didesain bukan untuk masker, tapi didesain untuk membasahi bagian tubuh yang rentan terkontaminasi. Itu kan ada alkoholnya, lengket terhadap partikel-partikel yang berterbangan di udara, malah bisa terhirup sama kita. Dianjurkan menggunakan masker bedah biasa," kata Busroni.

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto juga memberikan anjuran yang sama.
Ia mengatakan, "Tisu basah kena debu malah nempel semua debunya di tisu, kan itu basah luar dalam".

Yuri menegaskan, kalau memang masyarakat sekadar membutuhkan benda yang bisa menutupi debu, tisu basah memang bisa, tapi bukan digunakan untuk jadi masker. "Kalau sekadar bisa, ya, memang bisa. Kertas juga bisa," tandas Yuri.

Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Chrisrianto Edy Nugroho juga tidak direkomendasikan tisu basah untuk menjadi pengganti masker.

Penjelasan Chrisrianto ini dimuat dalam artikel di fame.grid.id bertajuk "Berita Virus Corona Terbaru: Viral Tisu Basah Gantikan Masker Untuk Cegah Virus Corona, Ternyata Ini Dampaknya Menurut Dokter Spesialis Paru", Selasa 3 Maret 2020. "Untuk tisu basah (dijadikan masker) belum ada penelitiannya, jadi tidak direkomendasikan. Yang direkomendasikan hanya masker bedah dan masker N95," ujarnya.

Chrisrianto juga mengungkapkan penggunaan masker harus diperhatikan dengan benar. Hal ini untuk memaksimalkan fungsi masker sebagai penyaring udara. "Masker bedah pemakaiannya yang benar, yang berwarna hijau atau biru posisinya di luar, yang putih di dalam," ujarnya.

Kesimpulan
Informasi dari video yang mengklim bahwa tisu basah dapat menjadi alternatif masker adalah keliru, berdasarkan keterangan para dokter. Jadi, hasi cek fakta informasi tersebut termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau Misleading Content. (*)

 Sumber : HiTekno /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM