Niat Nyari Emas, Tujuh Warga Pasaman Ini Malah Tersesat  di Hutan


Jumat, 06 Maret 2020 - 20:12:06 WIB
Niat Nyari Emas, Tujuh Warga Pasaman Ini Malah Tersesat  di Hutan Tim SAR gabungan berhasil menemukan para korban hilang ditengah hutan Gunung Kulabu, Kecamatan Duokoto dalam kondisi lemas.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Tujuh warga Pasaman yang sempat hilang di hutan belantara Gunung Kulabu, di Simpang Duku, Jorong Kelabu, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duokoto, sudah ditemukan dalam kondisi selamat.

Mereka ditemukan tim SAR gabungan TNI/Polri serta masyarakat setempat ditengah hutan dalam kondisi lemas karena kehabisan perbekalan, Jumat (6/3) sekitar pukul 11.50 WIB. Bahkan, salah satu dari korban dalam kondisi cidera.

Baca Juga : Gegara Kerap Marahi Ibu, Pemuda Ini Tega Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas

Koordinator Pos Basarnas Pasaman,  Zulfahmi mengatakan, bahwa tujuan awal ketujuh warga tersebut untuk mencari lokasi tambang emas, di hulu sungai Batang Saman. Rencana mereka, pergi pagi pulang sore. Namun, nahas mereka malah tersesat di dalam hutan.

"Para korban ditemukan dikoordinat, 00° 21' 53" LU - 99° 53' 50" BT masih disekitar hulu Hulu Sungai Batang Saman. Jaraknya, sekitar 15 KM garis lurus dari pintu hutan," katanya.

Baca Juga : Mengaku Bunuh Istrinya tapi Jasad yang Ditemukan Berusia 1.600 Tahun

Seluruh korban, kata dia, sudah dievakuasi dan mendapatkan pengecekan kesehatan dari tenaga medis di Puskesmas Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

"Para korban dievakuasi tim SAR gabungan ke Jorong Air Dingin, Nagari Simpang Tonang," katanya.

Baca Juga : Operasi Keselamatan Digelar Selama 14 Hari

Sebelumnya, pada Rabu (4/3) pagi, ketujuh orang warga tersebut berencana menyurvei lokasi tambang emas disekitar hulu sungai Batang Saman. Seperti diketahui, bahwa wilayah Duokoto sangat terkenal dengan sumber emasnya yang melimpah.

Posisi ketujuh korban bisa dilacak oleh tim SAR, setelah salah satu korban menghubungi keluarganya di kampung menggunakan telepon selular. Selanjutnya tim pun melacak titik koordinat sebelum memulai pencarian.

Baca Juga : Kampung Bahari Nusantara Diresmikan Danlanal Ranai

"Pada Jumat pagi, mereka menghubungi salah satu keluarga korban menggunakan HP dan mengatakan satu orang teman mereka cidera dan mereka tidak mengetahui  posisi nya, tetapi mengatakan di sungai," ujarnya.

Dari ketujuh korban, tiga diantaranya merupakan warga Simpang Duku, Jorong Kelabu, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto dan empat korban lainnya warga Bonjol, berikut data korban.

"Tiga korban adalah warga Duokoto, yaktu Eliwasman (57), Hariyanto (55) dan Ramlan (38). Sisanya, warga Bonjol, yaitu Markulin (65), Yulhendri (28), Basri (48) dan Danil (48)," katanya. (h/*)

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]