Gempar Corona, Berikut Daftar Pasien yang Meninggal dalam Isolasi di Indonesia


Sabtu, 07 Maret 2020 - 06:39:06 WIB
Gempar Corona, Berikut Daftar Pasien yang Meninggal dalam Isolasi di Indonesia Foto ilustrasi (Agung Pambudhy/detikcom)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Indonesia dihebohkan dengan virus Corona. Di tengah perhatian terhadap COVID-19, ada pasien-pasien yang meninggal dunia saat berada dalam ruang isolasi rumah sakit.

Semua kasus kematian di ruang isolasi dinyatakan bukan akibat dari virus Corona hingga saat ini, Sabtu (7/3/2020).

Kasus kematian pasien dalam ruang isolasi di tengah heboh isu Corona terjadi di berbagai daerah. Pihak rumah sakit juga mengantisipasi perlakuan terhadap pasien sesuai penanganan terhadap pasien yang diduga terjangkit Corona.

Kematian dalam kondisi itu sudah ada sejak sebelum pasien pertama positif Corona di Indonesia diumumkan pada 2 Maret. Berikut adalah catatan soal pasien-pasien yang meninggal dalam isolasi tersebut:

1. RSUP dr Kariadi Semarang, 23 Februari

Seorang pasien RSUP dr Kariadi, Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia saat berada di kamar isolasi. Pihak rumah sakit memastikan pasien tersebut negatif virus corona sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Dia dari Spanyol ke Dubai kemudian ke Jakarta. Di rumah sakit daerah tanggal 17 (Februari), masuk sini tanggal 19, meninggal hari Minggu (23/2) jam 12.00," kata Direktur Medik dan Keperawatan, Agoes Poerwoko di RSUP dr Kariadi, Selasa (25/2/2020).

Kementerian Kesehatan RI memastikan berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium pasien tersebut negatif virus corona COVID-19. "Sudah konfirmasi lab negatif Covid-19," tegas Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Achmad Yurianto, saat dihubungi detikcom, Selasa (25/2).

2. RSUD R Syamsudin SH Sukabumi, 1 Maret

Pasangan suami Istri dirawat di RSUD R Syamsudin, Kota Sukabumi, Jawa Barat, 1 Maret 2020. Mereka baru saja pulang dari ibadah umrah di Arab Saudi dan melancong ke negara lain di Timur Tengah. Pasutri itu menunjukkan gejala mirip terjangit virus Corona, yakni batuk, pilek, demam, dan sesak napas.

Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Syamsudin SH, Rina Hestiana, menambahkan pasien yang datang ke rumah sakit memang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru. Mereka bukan disandangkan status suspect Corona, melainkan didiagnosis pneumonia. Si istri meninggal.

"Kami berkeyakinan, kematian pasien T lebih kepada penyakit jantung, kita menyesalkan menyayangkan informasi yang begitu cepat menyebar bahwa ini diindikasikan penyakit Corona padahal hasil Balitbang Kemenkes belum kita terima," ucap Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Senin (2/3).

3. Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur

Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) terletak di Cianjur. Dari RS itu, berita heboh soal isu Corona muncul. Seorang pasien berinisial D meninggal dunia pada Senin (3/3) dini hari. Pasien tersebut diduga Corona lantaran menunjukan sejumlah gejala, mulai dari batuk, flu, dan sesak nafas. Pasien itu beberapa waktu lalu pulang tugas dari Malaysia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan dari hasil uji laboratorium, warga Bekasi itu negatif Corona. Pasien itu meninggal karena komplikasi.

"Untuk dugaan sementara meninggalnya karena komplikasi penyakit ditambah usianya yang juga sudah tua. Tapi kami tegaskan sekali lagi bukan karena Corona, " kata Yusman kepada detikcom, Rabu (4/3).

4. Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang

Seorang pasien meninggal di RS ini pada Selasa (3/3) sore. Kabar melalui WhatsApp cepat menyebar menjadi gosip, menyatakan bahwa pasien yang meninggal tersebut terjangkit Corona.

Ketua Tim Corona RSSA, dr Dedi Chandra angkat bicara. Awalnya, pasien tersebut diduga terjangkit virus Corona setelah dirujuk dari rumah sakit swasta di Malang. Si pasien menunjukkan gejala demam, batuk, dan pilek sejak akhir Februari. Sesampainya di RSSA, si pasien ditangani sesuai prosedur penanganan pasien terjangkit Corona. Pasien akhirnya meninggal.

"Pasien mengalami infeksi pernapasan lain, bukan Corona," kata Ketua Tim Corona RSSA, dr Dedi Chandra kepada wartawan di RSSA, Kota Malang, Rabu (4/3).

5. RS Sardjito Yogyakarta

Seorang pasien berusia 74 tahun yang dirawat di ruang isolasi RSUP Dr Sardjito, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal dunia pada Kamis (6/4) siang. Pasien sempat mengalami demam dan sesak napas. Namun kondisinya kemudian membaik sebelum akhirnya meninggal.

"Pihak rumah sakit kemudian mengirimkan sampel untuk diuji COVID-19 dan MERS-CoV ke Litbangkes Kementerian Kesehatan. Pasien ternyata meninggal karena pneumonia bakterial. Keduanya saya sampaikan negatif, jadi ini bukan kasus Mers-Cov atau flu unta dan bukan pula kasus Coronavirus (COVID-19)," kata Plh Direktur Utama Rumah Sakit Sardjito dr Rukmono Siswishanto, di Sleman, Jumat (6/3).

6. RSPI Sulianti Saroso

Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona yang diisolasi meninggal dunia pada Kamis (5/3). Pasien berusia 65 tahun. Pasien itu dinyatakan meninggal karena pneumonia, bukan karena COVID-19.

"(Penyebab kematian) Pneumonia. Jadi ISPA itu ringan, ISPA ringan, sedang, berat, berat sekali, namanya pneumonia ya," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jumat (6/3).

Status positif atau negatif Corona dari pasien tersebut masih dievaluasi. Hasil evaluasi akan diumumkan oleh Kementerian Kesehatan. Kondisi pasien sebelum meninggal dikatakannya sudah tidak sehat.

"Kemudian ada satu pasien yang meninggal kemarin, pasien yang meninggal kemarin kan saya sudah bilang kondisinya memang jelek, pakai ventilator," kata Syahril. (*)

 Sumber : Detik /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM