Bawaslu Pasaman Wacanakan Bentuk Pojok Pengawasan di Sekolah


Sabtu, 07 Maret 2020 - 10:00:26 WIB
Bawaslu Pasaman Wacanakan Bentuk Pojok Pengawasan di Sekolah Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Lembaga, Mesrawati SE (berhijab merah), saat menyampaikan materi pada kegiatan sosialisasi pengawasan pilkada bagi pemilih pemula, di Lubuksikaping, Sabtu (7/3/2020).

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman, wacanakan pembentukan layanan Pojok Pengawasan Pilkada Serentak 2020 di seluruh sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang ada di daerah itu.

"Program tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pihak Bawaslu Republik Indonesia sebagai upaya dalam membangun kesadaran berpolitik cerdas bagi pemilih pemula," kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pasaman, Mesrawati SE, do Lubuksikaping, Sabtu (7/3/2020).

Menurutnya, langkah tersebut diyakini mampu berfungsi sebagai bentuk pencegahan terjadinya praktik politik uang yang bisa saja akan menyasar kelompok milenial yang sebagian besarnya masih awam terhadap politik dan segala proses serta baik buruknya bagi kehidupan berbangsa.

Disamping itu, lanjutnya, upaya tersebut juga diarahkan sebagai strategi dalam membangun semangat demokrasi yang bermartabat sejak dini.

"Bawaslu menargetkan dengan tumbuhnya kesadaran dalam menggunakan hak pilih secara benar dan bertanggung jawab sejak dini, maka para pelajar tingkat SLTA bisa turut aktif mengawasi semua tahapan pada Pilkada Serentak 2020," tegasnya.

Terkait bentuk kegiatan pada program pojok pengawasan tersebut, Mesrawati menjelaskan setelah dilakukan kesepakatan antar Bawaslu dengan pihak sekolah, maka pihak sekolah diminta menyediakan ruang khusus yang akan diberi labelnya oleh pihak Bawaslu.

"Kemudian pihak Bawaslu akan memberikan fasilitas pendukung berupa pengadaan buku-buku tentang pengawasan pemilu sebagai referensi awal bagi para pemilih pemula yang ada di sekolah sasaran," sebutnya.

Sementara itu, salah seorang pelajar yang sudan memiliki hak pilih pada Pilkada Serentak 2020, Farhan Pramudya (17), mengakui selama ini ia bersama teman-temannya sangat awam dan tidak peduli dengan hak nya selaku warga negara.

"Jika mendengar kata politik, yang terlintas itu hanya tentang konflik, sogok dan pesta kemenangan," ucapnya.

Terkait keinginannya untuk menggunakan hak pilih pertamanya selaku warga negara Indonesia, ia mengaku masih enggan dan ragu-ragu karen minimnya akses informasi terkait politik dan pemilu di Indonesia.

"Kami berharap bisa mengakses informasi kepemiluan dengan mudah, karena ini hak pilih pertama saya tentu akan ada kebanggaan tersendiri, sensasinya hampir sama dengan saat pertama kali jatuh cinta," ujarnya berseloroh.

Pantauan HarianHaluan.com, pihak Bawaslu Pasaman secara gencar dan terus menerus berupaya mengajak masyarakat untuk terlibat aktif secara mandiri mengawasi seluruh tahapan pilkada serentak 2020. (*)

Reporter : Rully /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM