Ramadhan Sebentar Lagi Tiba, Masih Punya Utang Puasa? Ini Solusinya


Ahad, 08 Maret 2020 - 06:55:59 WIB
Ramadhan Sebentar Lagi Tiba, Masih Punya Utang Puasa? Ini Solusinya Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bulan Ramadhan tiba pada April mendatang. Artinya sebentar lagi bulan puasa akan segera tiba.

Namun terkadang seseorang masih punya utang puasa karena keadaan tertentu. Misalnya sedang sakit atau keadaan tertentu, maka ia wajib hukumnya untuk mengganti puasa di hari lain.

Bagi yang tak bisa berpuasa, maka wajib membayarnya di bulan lainnya, bisa dengan berpuasa ganti (qodho) atau membayar fidyah.

Banyak orang yang menyepelekan waktu membayar utang puasa. Bahkan, utang puasa tidak terbayarkan hingga bulan Ramadan selanjutnya. Meski waktu membayar utang puasa lebih luas, beberapa pendapat ulama memiliki pandangan tersendiri. Maka dari itu penting untuk mengetahui waktu membayar utang puasa agar kewajiban tidak terlalaikan.

Ustadz Pranggono selaku Dai Cordofa menjelaskan, kondisi-kondisi tersebut di antaranya adalah orang sakit berkepanjangan yang kemungkinan sembuhnya kecil. Atau orang tua renta yang sudah lemah dan tidak kuat lagi untuk berpuasa.

"Dapat dipahami bahwa seorang muslim yang memiliki uzur tidak berpuasa, maka wajib baginya untuk mengganti puasa di hari lain. Namun, sebagian mungkin tidak mampu menggantinya dengan puasa," ujarnya dalam siaran persnya, Minggu (8/3/2020).

Maka pada kasus seperti ini, terang Ustadz Pranggono, diperbolehkan mengganti dengan cara lain, yaitu membayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin per harinya.

Dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 184 menjelaskan tentang aturan jika seseorang meninggalkan puasa wajib (Ramadhan), yaitu dengan qodlo (mengganti puasa), atau dengan fidyah (membayar denda).

?????? ????? ???????? ???????? ???? ????? ?????? ????????? ???? ???????? ?????? ??????? ????????? ???????????? ???????? ??????? ?????????

“… Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya mengganti puasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin….”

Selain itu, lanjut Ustadz Pranggono, adalah wanita hamil berkepanjangan, atau sedang menyusui dengan waktu yang lama sehingga tidak ada kesempatan untuk meng-qodlo puasa. Maka puasa yang ditinggalkannya diganti dengan fidyah.

Kondisi lainnya adalah wanita hamil atau menyusui yang tidak berpuasa lantaran khawatir akan mengganggu perkembangan bayi atau anaknya dan juga dirinya, maka ia wajib meng-qodlo dan membayar fidyah sekaligus.

“Namun jika ia khawatir akan keadaan dirinya sendiri, maka ia hanya wajib mengganti puasa dengan qodlo, atau dengan fidyah jika masa kehamilan atau menyusuinya berkepanjangan.Tapi jika masih bisa dan memungkinkan untuk meng-qodlo, maka harus tetap diqodlo,” pungkas Ustadz Pranggono.(*)

 Sumber : okezone /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM