Ahok Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru?  Istana Tidak Kaget


Ahad, 08 Maret 2020 - 06:57:15 WIB
Ahok Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru?  Istana Tidak Kaget Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru. (Foto: Antara/Bayu Prasetyo)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Presiden Joko Widodo langsung menyampaikan empat nama  kandidat kuat yang akan mengisi posisi kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru. Salah satunya, nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Pihak Istana mengakui munculnya nama Ahok tidak menjadi sesuatu hal yang mengagetkan.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian mengaku tidak heran jika nama komisaris utama PT Pertamina itu muncul. Menurutnya rekam jejak Ahok yang pernah menjabat Gubernur Jakarta menjadi pertimbangan.

"Nama Pak Ahok ini bukan lagi sesuatu yang mengherankan, karena beliau saja pernah menjadi gubernur, punya rekam jejak dalam mengelola sebuah ibu kota," ujarnya di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Menurutnya, keputusan Presiden Jokowi dalam menentukan empat nama calon pemimpin ibu kota baru bukan tanpa alasan. Presiden Jokowi, kata Donny, melihat dari latar belakang masing-masing kandidat.

"Jadi ada success story-nya. Karena memang ada kompetensinya begitu. Jadi bukan sembarangan," katanya.

Donny menuturkan dari keempat kandidat kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru, masing-masing punya kelebihan tersendiri. Menurutnya Jokowi akan mempertimbangkan semuanya sebelum menunjuk satu nama.

"Saya kira bukan hanya Pak Ahok, ada Pak Tumiyana, Pak Bambang Brojonegoro, dan Pak Azwar Anas juga. Semuanya punya kelebihan masing-masing, semuanya itu ditimbang serius oleh Presiden," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut ada empat kandidat kuat yang akan mengisi posisi tersebut. Selain Ahok ada nama Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Dirut PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Tumiyana.

Presiden mengaku hingga saat ini belum memutuskan siapa yang akan menjadi penanggung jawab urusan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Yang pasti, keputusan ini akan dituangkan dalam peraturan presiden (Perpres).

"CEO-nya sampai sekarang belum diputuskan, dan akan segera diputuskan dalam insya allah dalam minggu ini," kata Presiden. (*)

 Sumber : Inewsid /  Editor : Dodi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]