Ketua KPK Malaysia Mundur


Ahad, 08 Maret 2020 - 11:26:04 WIB
Ketua KPK Malaysia Mundur Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM), lembaga mirip KPK di Malaysia, Latheefa Koya mengundurkan diri setelah Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) kembali masuk ke dalam koalisi pemerintahan.

Diketahui, SPRM menyelidiki kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan mantan perdana menteri Najib Razak setelah kekuasaannya digulingkan oleh pemerintahan reformis di bawah Mahathir Mohamad pada 2018.

Baca Juga : Begitu Fasih, David Beckham Ucapkan Selamat Idul Fitri untuk Warga Indonesia

Namun, koalisi Pakatan Harapan kini bubar usai manuver Mahathir Mohamad mengundurkan diri akibat manuver politik internal yang berupaya membentuk koalisi baru dengan menggandeng UMNO, partai yang sempat berkuasa di era PM Najib Razak.

Mahathir (94) kemudian berusaha untuk kembali sebagai perdana menteri. Namun, ia secara tak terduga kalah dari mantan menteri dalam negeri Muhyiddin Yassin. Nama terakhir kemudian mengikutsertakan UMNO dalam koalisi pemerintah. 

Baca Juga : Hasil Tinjauan IPPPR, Harusnya Bencana Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah, tetapi...

Latheefa Koya, seorang aktivis hak asasi manusia, mengaku sudah memberi tahu Muhyiddin soal rencana pengunduran dirinya pada awal pekan ini. Dia bersikeras tidak ditekan.

"Saya juga memberi tahu perdana menteri tentang tindakan dan upaya kami yang berkelanjutan untuk memulihkan uang yang dicuri 1MDB dari luar negeri," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP.

"Dia sepenuhnya mendukung tindakan ini," Latheefa menambahkan.

Selain Latheefa, pada pekan lalu Jaksa Agung Malaysia Tommy Thomas, yang menyusun dakwaan korupsi terhadap Najib Razak, juga mengundurkan diri.

Diketahui, kasus mega-korupsi 1MDB merugikan Malaysia miliaran dolar AS. Najib dan kroni-kroninya disebut menghabiskan uang itu untuk kapal pesiar hingga karya seni mahal.

Koalisi Najib dan UMNO, yang telah memerintah Malaysia selama enam dekade, digulingkan dari kekuasaan pada tahun 2018 dan diadili sebagian besar karena tuduhan korupsi 1MDB.

Pemerintah Mahathir sudah mulai memulihkan uang dari luar negeri yang diduga dijarah dalam kasus tersebut.

Namun, keberadaan koalisi yang baru berkuasa baru, termasuk partai UMNO Najib, dikhawatirkan membuat persidangan yang terkait dengan skandal 1MDB terpengaruh.(*)

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia

BERITA POPULER Index »


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]