Pak Ahok, Pilih Komut Pertamina atau Pimpin Ibu Kota Baru RI?


Ahad, 08 Maret 2020 - 11:46:37 WIB
Pak Ahok, Pilih Komut Pertamina atau Pimpin Ibu Kota Baru RI? Basuki Tjahaja Purnama

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Nama Basuki Tjahja Purnama atau Ahok masuk ke dalam bursa calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara Baru. Menaggapi posisi Ahok yang kini masih menjabat sebagai Komut Pertamina, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan rangkap jabatan atau tidak penentunya adalah Menteri BUMN dan Presiden Joko Widodo.

Dirinya menyebut ada kemungkinan besar Ahok akan merangkap jabatan karena dianggap anak emas Jokowi dan tidak melanggar aturan. "Tidak ada aturan memang yang mengatur, tinggal sesuai dengan Menteri BUMN dan Presiden. Saya yakin karena dia anak emasnya Presiden ya bisa saja dirangkap. Nggak ada aturan juga yang dilanggar," paparnya, sebagimana dikutip dari detikfinance, Minggu (8/3/2020).

Meski tidak melanggar, dirinya menyarankan agar Ahok tidak rangkap jabatan, karena menjabat sebagai pemimpin ibu kota baru sangat berat."Yang jelas pekerjaan otorita ini berat banget, rangkap jabatan ini berat sekali. Sebaiknya tidak dirangkap," imbuhnya.

Said menyebut Ahok tidak cocok memimpin ibu kota baru. Karena tidak ada bukti sukses Ahok membangun sebuah kota dari nol.
"Publik pertanyakan tiga hal, satu nggak ada bukti nyata Ahok sukses membangun ibu kota. Mengelola Jakarta saja kemarin banyak gagal. Sekarang disuruh membangun. Tidak ada success story sama sekali," kata Said.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno angkat bicara terkait masuknya nama Ahok dalam bursa. Menurut Sandiaga, Ahok saat ini lebih fokus dengan jabatan yang diembannya sekarang sebagai Komut PT Pertamina (Persero).

Tugas Ahok di Pertamina, kata Sandi, sangat berat dan harus dibuktikan untuk menjawab berbagai permasalahan yang selama ini dikeluhkan banyak khalayak.

"Kalau dia diproyeksikan ke Kepala Badan Otorita ya kita itu hak prerogatif presiden dan saya nggak ada komentar lah," kata Sandi usai acara Populi Center dan Smart FM Network di The MAJ Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2020).

Menurutnya Ahok masih punya banyak tugas penting di tubuh Pertamina, melakukan pembenahan di sektor migas, menghapus mafia migas, meningkatkan transparansi, mem-boost produksi, mengurangi impor migas, dan mengurangi defisit perdagangan.

Meski mendapat kritik, ada juga pihak yang mendukung. Ekonom Senior Faisal Basri menyebut kredibilitas Ahok tidak perlu dipertanyakan lagi, bahkan dirinya sangat mendukung jika Ahok yang dipilih.

"Saya sih mendukung 110%, yang jelas saya mendukung sepenuhnya Ahok. Anda nggak usah nanya gitu udah pastilah dilepas (jabatan Komut Pertamina)," tegasnya.

Tidak hanya Ahok, ada tiga nama lain juga masuk ke dalam bursa calon, yakni Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Dirut PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Tumiyana.(*)

 Sumber : CNBC /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM