Menyonsong Bonus Demografi, BKKBN Kenalkan Banggakencana


Ahad, 08 Maret 2020 - 13:02:46 WIB
Menyonsong Bonus Demografi, BKKBN Kenalkan Banggakencana Kepala Perwakilan Bkkbn Sumbar, Etna Estelita saat memperkenalkan program Banggakencana.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- BKKBN Sumbar melakukan branding program yang lebih mendekatkan kepada generasi milenial. Jika sebelumnya disebut Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) menjadi BanggaKencana.

Kepala Perwakilan Bkkbn Sumbar, Etna Estelita mengatakan, KKBPK yang dianggap kurang merakyat dan sulit untuk diingat dan dibaca, kini diubah menjadi BanggaKencana (pembangunan keluarga kependudukan dan keluarga berencana).

"Hal ini untuk menyonsong bonus demografi, dimana penduduk Indonesia lebih didominasi oleh generasi milenial. Oleh karenanya Bkkbn melakukan rebranding dari KKBPK menjadi BanggaKencana," ungkap Etna.

Lebih lanjut dikatakan Etna, permasalahan program BanggaKencana, dimana Total Fertility Rate (TFR) dan Age Specific Fertility Rate (ASFR) di Sumatera Barat (Sumbar) masih tinggi.

"TFR adalah jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang wanita usia subur. Untuk Sumbar angkanya masih tinggi 2.68% (SKAP 2019). Sedangkan untuk ASFR Sumbar berdasarkan hasil Survei SKAP 2019 adalah sebesar 33 per 1000 wanita. Selain itu unmet need atau kondisi dimana pasangan usia subur (PUS) menginginkan pemasangan alat kontrasepsi, namun tidak tersedia, sehingga PUS tersebut tidak memakai alat kontrasepsi juga masih tinggi di angka 10,8% (SKAP 2019)," jelas Etna.

Selain itu, Etna menyebut migrasi keluar yang masih tinggi, mengakibatkan berkurangnya jumlah umur usia produktif (Bonus Demografi tidak tercapai) 1.151.433 (SP BPS 2010). Angka stunting juga masih tinggi yakni 53.826 (Bapennas), dimana Kab. Pasaman 9.871 kasus, Kab. Pasaman Barat 13.753 kasus, Kab. Solok 14.368 kasus, dan Kab. Lima Puluh Kota 15.834 kasus.

Menurunnya capaian KB MKJP, sambung Etna karena masih ada provider yang belum kompeten/ dilatih pemasangan IUD dan Implant. Untuk dana penggerakan IUD dan Implant hanya 14 Kab/Kota (yang tidak mendapatkan dana penggeran Kab. Dharmasraya, Kab. Sijunjung, Kota Sawahlunto, Kota Solok, dan Kab. Limapuluh Kota).

"Masih rendahnya Pelayanan KB baru pasca persalinan dan pasca keguguran 16,88%," ujarnya.

Menanggapi perubahan branding dari Bkkbn, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan BanggaKencana merupakan tagline baru muncul belum lama ini yang lebih berfokus pada pembangunan keluarga.

"Pembangunan keluarga dan pembentukan KB tidak semata-mata kelahiran dengan jumlah. Tapi dengan BanggaKencana memberikan penekanan bahwa BKKBN memfokuskan kepada pembangunan keluarga," katanya.

Pembangunan keluarga, jelas IP Termasuk di dalamnya keluarga berkualitas, utuh, tahan, harmonis.

"Keluarga berencana itu maksudnya, cukup dua anak atau mungkin lebih dengan rencana. Ini harus dipahami bahwa orientasi BKKBN adalah pembangunan keluarga yang dimana didalamnya membangun keluarga yanh berkualitas, utuh, tahan dan harmonis," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN Pusat, Rudy Budiman mengatakan bahwa secara umum pencapaian program BanggaKencana masih belum sesuai harapan.

"Harusnya 2.28% tapi secara umum pencapaiannya masih belum sesuai harapan," kata Rudi.

Ia berharap dengan kerjasama seluruh pihak, kinerja program banggakencana semakin baik.

"Pencapaian akan diraih jika adanya kerjasama seluruh pihak bukan kerja sendiri-sendiri. Kita berharap semoga kinerja Program BanggaKencana semakin baik dari tahun ke tahun," ungkapnya menutup. (*)

Reporter : Yessy /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM