Ada Edaran Perubahan Libur Akibat Corona, Ini Kata Tjahjo Kumolo


Ahad, 08 Maret 2020 - 19:23:44 WIB
Ada Edaran Perubahan Libur Akibat Corona, Ini Kata Tjahjo Kumolo Tjahjo Kumolo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengatakan hingga saat ini pemerintah belum membahas adanya perubahan libur dan cuti bersama tahun 2020 akibat wabah virus Corona.

Ia mengatakan rapat terkait hal tersebut baru akan dilakukan pekan depan dan dipimpin oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. "Sampai saat ini belum ada pembahasan soal tersebut, Kementerian PANRB menunggu koordinasi dengan Menko PMK," ujar Tjahjo dilansir dari Tempo, Ahad, 8 Maret 2020.

Pernyataan Tjahjo berkaitan dengan beredarnya surat edaran mengenai perubahan, baik berupa pergeseran maupun penambahan, libur dan cuti bersama 2020 di media sosial. Bekas Menteri Dalam Negeri itu bahkan mengaku baru melihat adanya surat edaran itu.

"Saya baru tahu, info yang saya tahu pekan depan akan ada rapat dipimpin Menko PMK membahas soal tersebut, tapi saya juga belum tahu prinsip pembahasannya," ujar Tjahjo.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Ia enggan mengonfirmasi kebenaran isi surat edaran itu dan mengarahkan agar mengonfirmasi surat tersebut kepada Muhadjir. "Konfirmasi ke Pak Menteri PMK ya," katanya.

Berdasarkan surat yang beredar tersebut, perubahan terjadi pada libur Isra Miraj yang mulanya tanggal 22 Maret menjadi 23 Maret plus cuti bersama 34 Maret 2020. Selain itu, libur Tahun Baru Islam digeser dari 20 Agustus menjadi 21 Agustus 2020. Berikutnya libur maulid Nabi Muhammad SAW digeser dari 29 Oktober menjadi 30 Oktober 2020. Terakhir, cuti bersama Idul Fitri ditetapkan pada 28-29 Mei 2020.

Sejumlah argumentasi yang mendasari perubahan itu, berdasarkan surat itu, adalah pemerintah telah memberi stimulan Rp 10 triliun untuk mengantisipasi lesunya perekonomian akibat wabah Virus Corona. Termasuk, diskon penerbangan untuk memicu peningkatan kunjungan pariwisata domestik.

Karena itu, perlu ada penciptaan permintaan agar stimulan optimal. Argumen berikutnya, kebijakan serupa pernah diambil pada masa tragedi Bom Bali dan dampaknya dinilai cukup positif.

Selain itu, pergeseran itu pun dipertimbangkan bisa dilakukan untuk hari nasional keagamaan yang tidak ada ritual keagamaannya. Di samping, perpanjangan cuti bersama pada masa Lebaran dinilai dapat mempermudah pengaturan lalu lintas mudik. (h/*)

 Sumber : Tempo /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM