Kontraktor Proyek Monumen Nasional PDRI Larang Wartawan Meliput


Ahad, 08 Maret 2020 - 19:52:35 WIB
Kontraktor Proyek Monumen Nasional PDRI Larang Wartawan Meliput Lanjutan pembangunan Monas PDRI difoto dari jauh.

KOTOTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan lanjutan Monumen Nadional PDRI di jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Limapuluh Kota, kesannya tertutup.

Buktinya, enam wartawan yakni, reporter TVRI, Harian Haluan, Harian Pos Metro, Harian Khasanah, LKBN Antara dan Harian Koran Padang yang hendak meliput perkembangan pembangunan Monas tersebut, Sabtu (7/3/2020) tidak berhasil mendapatkan sedikut pun data atau keterangan dari pihak kontraktor pelaksana PT. Karya Shinta Manarito dan Konsultan Pengawas PT. Delta Arsitektur yang terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut.

Padahal, untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan pembangunan monumen Nasional PDRI yang didanai Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Direktorat Pelestarian Budaya dan Permuseuman menelan dana Rp32 milliar itu, para awak media tersebut sudah datang ke lokasi proyek dan menemui 3 orang kariawan perusahaan yang ada di kantor perusahaan di lokasi proyek untuk konfirmasi.

Meskipun sudah menjelaskan kedatangan wartawan hanya untuk mendapatkan informasi terhadap progres pekerjaan, karena sesuai dengan kontrak proyek tersebut sudah habis masa kontrak sejak 31 Desember 2019 lalu, kenyataannya di lokasi masih terlihat aktifitas pekerjaan, namun usaha untuk mendapatkan informasi tersebut tidak diberikan pihak perusahaan kontraktor pelaksana fisik PT. Karya Shinta Manarito dan Konsultan Pengawas PT. Delta Arsitektur.

“Maaf Pak, kami tidak boleh memberikan keterangan dan mengizinkan wartawan untuk meliput dan mengambil foto, kecuali ada izin dari Menteri,” ujar petugas perusahaan tersebut menghalangi sesuai petunjuk atasannya Fatoni Afan yang menjabat sebagai wakil pimpianan di perusahaan tersebut.

Meskipun sudah diberikan pemahaman bahwa, kedatangan awak media hanya untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan pelaksanaan proyek, pihak rekanan yang tak mau menjebutkan siapa namanya itu, tetap tidak memperbolehkan, dengan berbagai alasan termasuk belum serah terima proyek.

“ Tetap tidak bisa pak, atasan kami melarang ada wartawan meliput dan masuk ke areal proyek,” tegas pihak perusahaan tersebut. Walau mengakui, pekerjaan tak rampung hingga akhir Desember 2019 dan diperpanjang selama 50 hari.

Meskipun kariawan itu sempat diberikan pemahanan terkait tugas wartawan yang diberikan wewenang untuk mencari, mengumpulkan dan menginformasikan sebeuah pemberitaan sesuai Undang-undang, termasuk untuk mendapatkan informasi, soal pelaksanaan proyek apalagi proyek tersebut didanai dari uang rakyat, petugas itu sempat mengontak bosnya Fatoni Afan lewat telepon genggamnya, namun jawabannya tetap saja proyek pembangunan Monumen Nasional PDRI tersebut tidak boleh diliput dan di foto wartawan.

“Maaf pak, pimpinan kami melarang wartawan masuk ke areal proyek untuk meliput dan mengambil foto atau rekaman vidio, kecuali ada izin dari Kementerian,” ujar pria itu lagi.

Seperti diketahui, proyek pembangunan Monumen Nasional PDRI yang saat ini dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT. Karya Shinta Manarito dan Konsultan Pengawas PT. Delta Arsitektur, adalah proyek lanjutan yang awalnya sempat makrak.

Pembangunan nomumen Nasional PDRI tersebut telah dimulai sejak tahun 2012 atas kesekapatan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 5 Menteri diantaranya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pertahanan, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pariwisata dan telah mengguras uang negara bersumber dari APBN sebesar Rp43 mililiar. (h/*)

 

Reporter : Zulkifli /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 26 Desember 2015 - 03:05:25 WIB
    Jalan Sangir Batang Hari-Balai Janggo Terbengkalai

    PU Solsel Putus Kontrak dengan Kontraktor

    SOLSEL,HALUAN — Dinas Pekerjaan Umum (PU) Solok Selatan (Solsel) memutus kontrak terhadap PT Sumber Tratindo Utama (PT STU) karena melaksanakan pembangunan di bawah 30 persen, sedangkan masa target pengerjaan infrastruktur .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM