Pernikahan di Bengkulu Ini Gagal Setelah Tahu Suaminya Adalah Wanita


Senin, 09 Maret 2020 - 01:20:23 WIB
Pernikahan di Bengkulu Ini Gagal Setelah Tahu Suaminya Adalah Wanita ilustrasi pernikahan sejenis

BENGKULU, HARIANHALUAN.COM -- Seorang perempuan berinisial, DS warga Kecamatan Pinang Raya Kabupaten Bengkulu Utara mengalami situasi yang sulit. Semula ingin membina rumah tangga namun kandas setelah mengetahui sang suami ternyata seorang wanita.

Alhasil, DS batal mengadakan pesta pernikahan setelah keluarganya mengetahui identitas calon mempelai pria merupakan seorang wanita. “Pihak keluarga wanita mencari keluarga mempelai pria FT di Kota Bengkulu,” kata Kepala Dusun Desa Bukit Makmur, Rajib di Bengkulu Utara, Sabtu (7/3) lalu.

Dia menambahkan bahwa keluarga FT mengatakan, jika FT adalah seorang wanita walaupun penampilannya seperti laki-laki. DS mengetahui suaminya adalah seorang wanita saat malam pertama usai dinikahkan di bawah tangan (nikah siri) oleh ayah kandung DS.

“Mempelai wanitanya nangis di malam pertama, mungkin bingung. Iya, akhir bulan lalu, sekitar hari Rabu kejadiannya,” ujar Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Ketahun, Indra Gunawan.

Rencana pesta pernikahan yang telah dipersiapkan oleh pihak keluarga DS harus kandas. Padahal, undangan, panggung hiburan dan sejumlah sarana penunjang gelaran pesta pernikahan telah dipersiapkan oleh pihak keluarga. Permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan kedua keluarga telah bertemu dan saling memaafkan atas peristiwa tersebut.

Atas kejadian tersebut, dia berharap masyarakat dapat lebih mengenal dalam menerima orang asing yang belum dikenal sebelumnya.
Menurutnya, setiap calon pengantin juga penting melengkapi identitas diri sesuai aturan yang berlaku sebagai salah satu syarat pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. 

Dia berharap masyarakat dapat lebih mengenal dalam menerima orang asing yang belum dikenal sebelumnya. Namun, pihaknya belum mengetahui kondisi DS secara pasti dan dalam dua atau tiga hari ke depan pihaknya akan mendatangi rumah DS untuk mengetahui secara pasti keadaannya.

Kepala Pengadilan Agama Arga Makmur Nasrullah mengatakan bahwa kasus ini dapat dijadikan pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat. Sebab sesuai dengan undang-undang setiap pernikahan harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Kalaupun pernikahan sesama jenis terjadi, maka salah satu tujuan pernikahan untuk meneruskan keturunan tidak akan pernah terwujud. 

Karena salah satu tujuan pernikahan adalah meneruskan keturunan dan sesuai dengan kebudayaan dan sosiologi di Indonesia pernikahan dilakukan antara pasangan pria dan wanita. “Jika mengikuti kententuan undang-undang bisa dipastikan ini tidak akan terjadi,” ujarnya. (*)

loading...
 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]