Mayoritas Perempuan Tak Suka Bercanda soal Hal Satu Ini


Senin, 09 Maret 2020 - 14:46:35 WIB
Mayoritas Perempuan Tak Suka Bercanda soal Hal Satu Ini Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ada baiknya Anda memikirkan 'materi' lain dan tak perlu lagi menjadikan seksualitas sebagai bahan bercandaan. Sebab fakta menunjukkan, mayoritas perempuan di seluruh dunia tak suka bercanda soal seks.

Studi terbaru dari The Global Institute for Women's Leadership ini meneliti perilaku yang dapat diterima di tempat kerja. Studi tersebut menyurvei lebih dari 20 ribu orang di 27 negara di seluruh dunia.

Hasilnya, mayoritas perempuan atau 84 persen tak terima cerita atau bercanda yang bersifat seksual. Hanya 16 persen yang dapat menerima perlakuan itu. Tak jauh berbeda, 72 persen pria tak suka dengan lelucon seksual. Hanya 28 persen pria yang menganggap hal itu adalah wajar.

Sebanyak 93 persen perempuan juga tidak menerima diperlihatkan materi yang bersifat seksual seperti gambar atau foto. Hanya 7 persen perempuan yang menganggap hal itu pantas. Sebanyak 87 persen laki-laki juga mengaku tak suka diperlihatkan hal yang mengandung konten seksual.

Di sisi lain, hanya 51 persen perempuan dan 61 persen laki-laki yang percaya diri untuk melawan orang yang melakukan pelecehan seksual.

Perlakuan yang umumnya diterima merupakan perilaku yang bersifat mendukung.

Misalnya, mendapatkan pujian dari sesama jenis mengenai penampilan atau pakaian. Baik laki-laki atau perempuan sama-sama menerima perlakuan tersebut. Perempuan sebanyak 76 persen dan laki-laki 67 persen.

Sedangkan pujian dari lawan jenis, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berada di angka 67 persen.

Memeluk seseorang saat sedang menangis juga dapat diterima. Sebanyak 75 persen perempuan dapat menerima pelukan saat sedang menangis, begitupun dengan 68 persen laki-laki. Sedangkan perlakuan mengajak seseorang untuk kencan di tempat kerja diterima oleh 41 persen perempuan dan 52 persen laki-laki.

Survei ini digelar menyongsong peringatan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret lalu. Riset Global Advisor ini dilakukan melalui platform survei online yakni Ipsos antara 24 Januari hingga 7 Februari 2020. Lebih dari 20 ribu orang yang diwawancara itu berusia antara 16-74 tahun.

Ketepatan survei online tersebut menggunakan Bayesian Interval Kredibilitas. Sementara margin error dari survei diperkirakan 3,5 persen untuk negara dengan sampel lebih dari 1.000 orang dan 4,8 persen untuk negara dengan sampel 500 orang.(*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM