Harga Minyak Dunia Loyo, Ini Faktor Penyebabnya


Senin, 09 Maret 2020 - 21:37:51 WIB
Harga Minyak Dunia Loyo, Ini Faktor Penyebabnya Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengakui anjloknya harga minyak dunia yang terjadi saat ini akan memengaruhi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, pihaknya belum bisa berbuat banyak, karena harga tersebut masih mengalami penurunan pada tahap awal.

Dia mengaku, yang bisa dilakukan Kementerian Keuangan saat ini adalah sebatas memantau perkembangan harga minyak tersebut. Pemantauan ini apakah minyak berpotensi permanen di tingkat rendah atau bisa kembali mengalami kenaikan. Jika mampu naik, tentu penerimaan negara bisa kembali pulih.

"Tentu kita harus pantau lebih lanjut seberapa permanen atau seberapa lama dia di tingkat rendah, seberapa cepat naik. Kita lihat, tentu ada faktor yang membuat dia di bawah," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, penyebab anjloknya harga minyak itu, yakni gagalnya kesepakatan produksi minyak antara negara-negara yang tergabung dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dengan Rusia. Namun, hal ini belum tentu membuat harga minyak akan terus merosot ke depannya.

"Ini kita katakan sebagai hasil diskusi OPEC Plus, yang buat dia tetap di bawah tapi kita juga lihat misalkan perkembangan kondisi ekonomi sudah mulai meningkat. Lalu, nanti kita lihat Tiongkok kegiatan ekonomi mulai jalan, ada tambahan permintaan," jelasnya.

Karena itu, kata dia, ketika gerak ekonomi kembali pulih maka mau tidak mau harga minyak akam kembali mengalami kenaikan. Sebab, meningkatnya jumlah permintaan minyak. Sambil menunggu kondisi itu terjadi, Kementerian Keuangan bisa menyesuaikan gerak APBN baik dari sisi belanja ataupun penerimaan.

"Tentu, seperti yang kita ketahui semua, di APBN kita itu memiliki fleksibilitas. Namun, benar bahwa dengan lihat kondisi ekonomi dunia sekarang, kita musti berjaga-jaga dan pemerintah berikan seperangkat stimulus kepada dunia usaha, untuk mendorong kegiatan ekonomi," ujarnya. (*)

 Sumber : Viva /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 08 April 2020 - 21:59:08 WIB

    KPPU Temukan Masalah pada Kenaikan Harga Gula Pasir

    KPPU Temukan Masalah pada Kenaikan Harga Gula Pasir JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku tengah mengawasi lonjakan harga gula pasir belakangan ini. Pengawasan dilakukan karena kajian internal mereka menemukan ada masalah yang terjadi dala.
  • Selasa, 07 April 2020 - 08:02:30 WIB

    Harga Minyak Tergelincir usai Pemangkasan Produksi

    Harga Minyak Tergelincir usai Pemangkasan Produksi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Harga minyak mentah dunia melemah pada perdagangan Senin (6/4) usai menguat pekan lalu. Pelemahan dipicu ketidakpastian pemotongan produksi oleh Arab Saudi dan Rusia..
  • Senin, 06 April 2020 - 18:04:38 WIB

    Harga Cabai Anjlok karena Pasar Sepi Pembeli, Petani di Pesisir Selatan Menjerit

    Harga Cabai Anjlok karena Pasar Sepi Pembeli, Petani di Pesisir Selatan Menjerit PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Para petani dan pedagang cabai di Pesisir Selatan mengeluh akibat anjloknya harga cabai keriting di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Pesisir Selatan berkisar Rp 15 ribu sampai dengan Rp 18 ri.
  • Sabtu, 04 April 2020 - 18:19:03 WIB

    Harga Emas Naik, Jual Beli di Padang Pariaman Lesu

    Harga Emas Naik, Jual Beli di Padang Pariaman Lesu PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Harga emas murni mengalami kenaikan sejak beberapa waktu yang lalu. Yang sebelumnya RpRp817 ribu/gram, kini menjadi Rp835 ribu/gram..
  • Sabtu, 04 April 2020 - 17:39:10 WIB

    Harga Cabai Merah Turun, Gula Pasir Masih Tinggi di Kota Pariaman

    Harga Cabai Merah Turun, Gula Pasir Masih Tinggi di Kota Pariaman PADANGPARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Harga gula pasir sejak sepuluh hari terakhir ini melonjak naik. Sebelumnya gula pasir ini harganya Cuma Rp14 ribu perkilogram, kini menanjak menjadi Rp19 ribu/kg..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM