Arab Saudi dan Rusia 'Tarik Urat', Harga Minyak Dunia Melorot


Selasa, 10 Maret 2020 - 07:45:11 WIB
Arab Saudi dan Rusia 'Tarik Urat', Harga Minyak Dunia Melorot ilustrasi minyak dunia

EKONOMI, HARIANHALUAN.COM -- Harga minyak mentah dunia kembali melorot pada perdagangan Senin (9/3), waktu AS. Penurunan harga minyak menjadi yang terbesar sejak Perang Teluk 1991. Pemicunya tak lain, perang harga produsen utama antara Arab Saudi dan Rusia.

Selasa (10/3), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei anjlok US$10,91 atau 24,1 persen ke posisi US$34,36 per barel. Brent sempat turun 31 persen pada awal sesi menjadi US$31,02, yang merupakan tingkat terendah sejak 12 Februari 2016.

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April jatuh US$10,15 atau 24,6 persen menjadi US$31,13 per barel. WTI sebelumnya anjlok 33 persen menjadi US$27,34 per barel, terendah sejak 12 Februari 2016. Arab Saudi dan Rusia sama-sama mengatakan akan meningkatkan produksi. 

Pasalnya, pakta tiga tahun mereka dan produsen minyak utama lainnya atau dikenal sebagai OPEC+, gagal membatasi pasokan. Sebelumnya, OPEC+ bertemu di Wina, Austria, pada 5-6 Maret guna membahas pasokan global di tengah penyebaran virus corona.

Namun, Rusia menolak menambah potongan produksi untuk mengatasi penurunan permintaan yang disebabkan virus corona. Diketahui, Rusia dan produsen lain telah bekerja sama selama tiga tahun untuk menahan pasokan melalui OPEC+.

Atas kegagalan kesepakatan itu, sebuah sumber mengatakan Arab Saudi berencana meningkatkan produksi minyak mentah di atas 10 juta barel per hari (bph) pada April. Rusia juga mengatakan bakal menambah produksi dan bisa mengatasi jatuhnya harga minyak ke level terendah selama 6 hingga 10 tahun.

Imbasnya, volume perdagangan pada bulan depan untuk kedua kontrak, baik Brent maupun mencapai rekor tertinggi. Perang minyak kedua negara penghasil utama itu menekan harga saham-saham sektor energi. Saham Exxon merosot lebih dari 12 persen yang merupakan kejatuhan harian terbesar sejak 15 Oktober 2008. 

Sementara, saham Chevron jatuh lebih dari 15 persen, atau kerugian terbesar sejak kejadian 'Black Monday' pada Oktober 1987. "Prognosis untuk pasar minyak bahkan lebih mengerikan daripada November 2014, ketika perang harga seperti itu dimulai," kata Goldman Sachs. (*)

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 29 Februari 2020 - 23:12:50 WIB

    Kopi Arabica Terbukti Bisa Tumbuh dan Berkembang di Pessel

    Kopi Arabica Terbukti Bisa Tumbuh dan Berkembang di Pessel PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara. Dua varietas poho.
  • Kamis, 27 Februari 2020 - 10:56:51 WIB

    Nasib Calon Jemaah Gimana Usai Arab Saudi Setop Umrah?

    Nasib Calon Jemaah Gimana Usai Arab Saudi Setop Umrah? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, termasuk Indonesia. Menurut Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI) Syam .
  • Kamis, 13 Februari 2020 - 18:03:36 WIB

    20 Hektare Kebun Kopi Arabica Keltan Citra Mekar Siap Panen

    20 Hektare Kebun Kopi Arabica Keltan Citra Mekar Siap Panen PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kelompok masyarakat adat Air Dingin, Nagari Simpang Tonang, Pasaman, yang tergabung dalam Kelompok Tani (Keltan) Citra Mekar, merintis pengembangan budidaya kopi jenis Arabica..
  • Rabu, 05 Februari 2020 - 15:03:53 WIB

    Biji Kopi Arabica Solsel Diminati Dunia, Tapi Minim Pelaku Usaha

    Biji Kopi Arabica Solsel Diminati Dunia, Tapi Minim Pelaku Usaha SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Biji Kopi (green bean, red) jenis Arabica asal Sumbar, Kabupaten Solsel diminati masyarakat dunia. Akan tetapi belum mampu memenuhi permintaan pasar dunia dikarenakan keterbatasan jumlah pela.
  • Kamis, 10 Desember 2015 - 03:01:22 WIB

    Bank Nagari Tawarkan Obligasi dan Sukuk Mudharabah

    JAKARTA, HALUAN — PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) menawarkan obligasi senior VII dan sukuk mudharabah II dengan tingkat kupon berkisar 10,6 persen sampai 11,1 persen..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM