Kenaikan Iuran BPJS Batal, PKS Desak Pemerintah Laksanakan Putusan MA


Selasa, 10 Maret 2020 - 13:08:51 WIB
Kenaikan Iuran BPJS Batal, PKS Desak Pemerintah Laksanakan Putusan MA Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Kurniasih Mufidayati dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Sabtu (2/11/2019).(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah segera menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA yang membatalkan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan. 

Ia mengingatkan bahwa keputusan MA bersifat final dan mengikat. "Pemerintah wajib segera menindaklanjuti dengan menghentikan kenaikan iuran BPJS saat ini juga," kata Mufida kepada wartawan, Selasa (10/3/2020). 

Menurut dia, kebijakan kenaikan tarif iuran BPJS Kesehatan memang dikeluhkan masyarakat. 

Mufida mengatakan, banyak masyarakat yang akhirnya memilih menurunkan kelas fasilitas kesehatan (faskes) karena tidak sanggup membayar iuran BPJS Kesehatan yang naik hingga 100 persen. "Semua rakyat yang kami temui pada saat reses, menolak kenaikan iuran BPJS. Banyak peserta kelas I dan II pindah turun ke kelas di bawahnya karena merasa tidak sanggup lagi membayar," lanjut dia.

 Selain itu, menurut Mufida, pembersihan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dilakukan pengelola BPJS Kesehatan banyak yang tidak tepat sasaran. 

Ia melanjutkan, di tengah pandemik virus corona dan DBD, pemerintah mesti meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan. "Bidang kesehatan Indonesia sedang menghadapi ujian berat dengan adanya wabah Covid-19 dan meningkatnya pasien DBD. Karenanya harus lebih serius menangani dua penyakit tersebut sekaligus," kata Mufida.

Sementara itu, dikutip dari dokumen putusan MA, menyatakan bahwa Pasal 34 ayat (1) dan (2) Perpres Nomor 75 Tahun 2019 bertentangan dengan sejumlah ketentuan di atasnya.

Ketentuan yang dimaksud, antara lain UUD 1945, UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Adapun pasal ini menjelaskan tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen.

"Pasal 34 ayat (1) dan (2) Perpres RI Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Tidak Mempunyai Hukum Mengikat," demikian putusan tersebut.

Secara rinci, ini bunyi pasal yang dinyatakan tidak mempunyai hukum mengikat:

Pasal 34 (1) Iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu sebesar:

a. Rp 42.000,00 (empat puluh dua ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III.

b. Rp 110.000,00 (seratus sepuluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau

c. Rp 160.000,00 (seratus enam puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I.

(2) Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2020. (*)

 Sumber : Kompas.com /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 06 Maret 2020 - 10:26:39 WIB

    LIPI: Kenaikan Air Laut Global Naik Cepat, Jakarta Terancam

    LIPI: Kenaikan Air Laut Global Naik Cepat, Jakarta Terancam JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan Jakarta memiliki potensi tenggelam dalam beberapa tahun mendatang. Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Intan Suci Nurhati mengatakan Jaka.
  • Kamis, 06 Februari 2020 - 12:33:56 WIB

    Demo Buruh Atas Kenaikan BPJS Kesehatan, Jalan Rasuna Said Macet!

    Demo Buruh Atas Kenaikan BPJS Kesehatan, Jalan Rasuna Said Macet! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ratusan buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan iuran jaminan kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan di depan Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (6/2).
  • Rabu, 05 Februari 2020 - 10:22:09 WIB

    Buruh Bakal Demo Kemenkes Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan

    Buruh Bakal Demo Kemenkes Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah aliansi buruh mengagendakan unjuk rasa ke kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menolak kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan..
  • Sabtu, 02 November 2019 - 15:07:43 WIB

    Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Digugat ke MA

    Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Digugat ke MA JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 75 Tahun 2019 digugat ke Mahkamah Agung (MA). Gugatan ini diajukan seorang pedagang kopi, Kusnan Hadi, melalui Pengadi.
  • Kamis, 25 Juli 2019 - 11:57:46 WIB

    Kenaikan Air Laut Jakarta 2050 Hingga 50 cm, Pesisir Terendam

    Kenaikan Air Laut Jakarta 2050 Hingga 50 cm, Pesisir Terendam JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kenaikan permukaan air laut dan penurunan muka tanah imbas perubahan iklim global menjadi ancaman serius bagi warga kawasan pesisir Jakarta, Semarang dan Demak. Mereka berisiko mengalami kehilan.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM