Nekat..! Tim Evakuasi Virus Corona Gunakan Jas Hujan


Selasa, 10 Maret 2020 - 19:35:56 WIB
Nekat..! Tim Evakuasi Virus Corona Gunakan Jas Hujan Terbatasnya alat perlindungan diri memaksa petugas medis yang melakukan penanganan terhadap orang dengan pemantauan (ODP) virus corona di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa menggunakan jas hujan.

BANDUNG, HARIANHALUAN.COM – Terbatasnya alat perlindungan diri memaksa petugas medis yang melakukan penanganan terhadap orang dengan pemantauan (ODP) virus corona di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terpaksa menggunakan jas hujan. 

Jas hujan sebagai perlengkapan perlindungan diri ini digunakan oleh petugas pendamping saat melakukan evakuasi terhadap ODP yang akan dibawa ke RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya pada Minggu, 8 Maret 2020.

Baca Juga : Polri Jamin Tidak Ada Kendaraan yang Lolos Saat Mudik Lebaran

Kejadian memilukan ini terlihat saat petugas membawa pasien untuk pemeriksaan lebih lanjut di ruang isolasi RSUD dr.Soekardjo. Terlihat sejumlah petugas hanya menggunakan jas hujan. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat mengatakan, penggunaan jas hujan memang terpaksa dilakukan karena keterbatasan alat pengamanan diri dari virus yang dimiliki oleh Kota Tasikmalaya. Namun, dia menegaskan bahwa petugas berani menggunakan jas hujan karena menangani pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona dan bukan Pasien Dalam Pemantauan (PDP). 

Baca Juga : Airlangga Hartarto: Sinergi Pemerintah untuk Menjamin Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan

Proses evakuasi itu dilakukan saat akan membawa tiga pasien ODP ke RSU Gunung Jati, Kota Cirebon, Jawa Barat. Tapi dia menegaskan, bahwa petugas pendamping itu menggunakan masker khusus. 

"Proses ketika kita mau memindahkan pasien ke daerah lain. Perlu diketahui ini pemindahan ODP, bukan PDP, tidak perlu perlengkapan khusus. Hanya masker saja," katanya kepada VIVA.

Baca Juga : Pandemi Tidak Hilangkan Makna dan Kesyahduan Ramadan

Dia juga menyampaikan, bahwa petugas medis yang menangani pasien tetap menggunakan alat perlindungan diri yang memang dikhususkan untuk menangani pasien corona. Tapi perlengkapan itu tidak digunakan untuk tim pendamping.  

"Ada beberapa, kebetulan bukan tenaga medis.
Pendamping ini yang membantu. Kan status ODP memang tidak perlu alat khusus," katanya. 

Baca Juga : Saat Penyerangan ZA, Polri Sebut Sistem Pengamanan Sudah Sesuai SOP

Menurut Uus, sebelum dibawa ke RSU Gunung Jati Kota Cirebon, pasien dibawa ke RSUD dr.Soekardjo untuk pemeriksaan. Setelah itu baru kemudian dirujuk. 

"Kami transitkan dulu lalu cek kondisi oleh tim Dinas Kesehatan Tasikmalaya," katanya.(*)

Editor : NOVA | Sumber : vivanews.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]