Kebangetan! Begini Pengakuan Pelajar yang 'Remas-remas' Siswi SMK di Sulut


Selasa, 10 Maret 2020 - 22:38:33 WIB
Kebangetan! Begini Pengakuan Pelajar yang 'Remas-remas' Siswi SMK di Sulut Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Lima pelajar diamankan polisi menyusul beredarnya video viral siswi SMK di Sulawesi Utara (Sulut) yang digerayangi ramai-ramai. Mereka pun 'berkicau' di hadapan polisi.

Peristiwa tersebut berawal saat beredar video yang viral berdurasi 26 detik. Dalam video yang tampak di dalam kelas itu, terlihat seseorang yang mengenakan seragam putih-abu-abu dipegangi kaki dan tangannya oleh sejumlah orang. Organ intim si siswi dipegang-pegang, baik oleh pria maupun wanita yang memegangi kaki dan tangan si siswi.

Baca Juga : Dugaan Korupsi Damkar Depok, Eks Pimpinan Minta KPK Turun Tangan Selidiki

Polisi kemudian menindaklanjutinya. Pada Selasa, 10 Maret 2020, anggota Polsek Bolaang Mongondow menjemput para pelajar tersebut dari sekolahnya. "Mereka diamankan di sekolahnya, sekolah menengah di Kabupaten Bolaang Mongondow," kata Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Jules Abraham Abast.

Jules mengungkapkan ada enam pelajar salah satu SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut), yang diamankan ke Mapolsek Bolaang Mongondow. "Pelaku sudah diamankan, lagi diperiksa di kantor polisi, di Mapolsek Bolaang. Dimintai keterangan ada 6 orang siswa dan siswi," ujar dia.

Baca Juga : Kemenristek Dilebur Jokowi, Bagaimana Nasib Riset Vaksin Merah Putih?

Jules menuturkan lima pelajar itu, yaitu 3 siswa dan 2 siswi, diduga sebagai pelaku. Para pelaku berusia 16-17 tahun. Sedangkan seorang siswi yang diamankan adalah korban berinisial RG. "Cowoknya 3 (orang), ceweknya 3 (orang). Inisial pelaku dalam video Saudara RM, Saudara FL, Saudara NP, Saudari PN, Saudari NR. Korbannya Saudari RG," ujar Jules.

Saat dimintai keterangan, menurut Jules, para pelajar mengaku hanya iseng ramai-ramai menggerayangi temannya itu.

Baca Juga : Ini Penjelasan Kemenhub Soal 'Mudik Dilarang, Wisata Dibuka'

"Sedang diperiksa dugaan perlakuan bully kepada salah seorang temannya. Dari hasil pemeriksaan awal yang kami lakukan, kejadian di video tersebut dibuat sebagai bahan candaan atau iseng, tanpa maksud apa pun sambil menunggu guru di kelas," kata Jules.(*)

Editor : NOVA | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]