205 Ekor Ternak Babi Mati Diserang Virus Flu Afrika di Pasaman


Rabu, 11 Maret 2020 - 09:23:06 WIB
205 Ekor Ternak Babi Mati Diserang Virus Flu Afrika di Pasaman ilustrasi

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman mencatat, setidaknya sudah ada sekitar 205 ekor babi mati mendadak di daerah itu. Kematian ratusan ekor babi itu disebabkan terserang virus Afrika Swine Fever (ASF) alias virus flu Afrika.

"Sampai saat ini kami mencatat sudah 205 ekor babi mati di peternakan milik warga di Panti, Nagari Panti, Kecamatan Panti. Penyebabnya karena terserang virus ASF atau flu Afrika. Jenisnya babi putih dan babi hutan," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pasaman, Romi Zuswandi, Rabu (11/3). 

Baca Juga : Gempa Jatim, Presiden Perintahkan Jajarannya Temukan Korban yang Tertimbun Reruntuhan

Kasus kematian Babi massal ini ditemukan pada Desember lalu. Semula, penyebab kematian ternak babi tersebut masih misterius. Namun, setelah diteliti, penyakit ini disebabkan virus dan sangat menular pada babi ternak maupun babi hutan. 

"Kasus tersebut kali pertama diketahui pada 2 Desember 2019 lalu, setelah ratusan ekor babi dipeternakan tersebut mati mendadak. Kasus itu dilaporkan pemilik ternak ke kita, kami cek, ternyata benar. Penyebabnya karena virus," ucapnya. 

Baca Juga : BNPB Tegaskan Gempa Malang Bukan Termasuk Megathrust, Tapi Zona Beniof

Virus ini, kata dia melanjutkan, tak bisa berkembang di suatu wilayah dengan suhu panas. Serta, tidak menular kepada manusia. Meski begitu, pihaknya melarang pemilik ternak babi di wilayah itu membuang babi yang mati ke sungai karena dapat mencemari air sungai. 

"Kalau mati harus dikubur, bukan dengan cara dibuang ke sungai. virus ini bisa mati jika diberi disinfektan, dan itu sudah kami lakukan. Seluruh kandang dan ternak babi tersisa sudah disemprot disinfektan," pungkas Romi. 

Baca Juga : Minibus Terjun ke Sungai di Agam, Ini Nama-nama Korban

Hingga kini, kata Romi, pihaknya masih melakukan pemantauan dan pengawasan ketat terhadap ternak babi tersisa di peternakan itu. Peternak pun, kata dia, sudah diimbau untuk segera melaporkan jika masih muncul gejala serupa. 

"Terakhir, hanya tersisa empat ekor saja. Pengawasan masih dilakukan dengan ketat. Kematian ratusan ternak babi itu jelas merugikan peternak setempat," ujar Romi. 

Baca Juga : Sedang Nongkrong, Warga di Padang Dilempari Gerombolan Bersepeda Motor

Menurutnya, ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Meski begitu, para peternak atau masyarakat yang tinggal di sekitar peternakan babi yang mengalami kasus ASF tetap harus berhati-hati dan menjaga kebersihan. (h/*)
 

Reporter : Yudi Lubis | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]