Mendag Mana Mendag? Harga Bawang Bombay & Gula Terbang Nih..!


Rabu, 11 Maret 2020 - 12:10:29 WIB
Mendag Mana Mendag? Harga Bawang Bombay & Gula Terbang Nih..! Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Harga kebutuhan pokok di masyarakat mulai ada tren kenaikan terutama gula pasir. Bahkan bawang bombay yang selama ini tak ada lonjakan harga, justru bergerak liar karena pasokan kurang. Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto harus bergerak cepat mengatasi lonjakan harga jelang puasa.

Harga bawang bombay sudah naik pesat bahkan sampai 10 kali lipat. Sekretaris Jenderal Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar (Aseibssindo) Hendra Jowono mengungkapkan harga bawang bombay di tingkat grosir normalnya Rp 250-350 ribu per 20 kg/per karung atau sekitar Rp 12.500-17.500 per kg.

Ia mengatakan lonjakan harga saat ini karena stok di pasar, bawang bombay sudah sangat langka sedangkan kebutuhan terus bertambah.

Penyebabnya karena penerbitan rekomendasi dan izin impor bawang bombay terlambat dari kementerian pertanian dan kementerian perdagangan. Indonesia memang masih bergantung impor bawang bombay dan bawang putih dari China hingga India dan Australia.

"Biasanya di akhir tahun sudah terbit, jadi persediaan tak putus, yang baru nyambung di Januari," katanya dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (10/3).

Masalah lonjakan harga juga terjadi pada komoditas gula pasir. Meski Mendag Agus Suparmanto sudah mengeluarkan izin impor gula sampai 400 ribu ton lebih di awal 2020.

Pada Senin (9/3) harga gula rata-rata nasional sempat tembus Rp 16.250 per kg, sedangkan pada hari ini (10/3) harganya sudah merangkak jadi Rp 16.400 per kg, seperti dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS)

Bahkan harga tertinggi gula pada kemarin sempat menyentuh Rp 19.800 per kg di Jawa Tengah. Pada Selasa (10/3) harga gula tertinggi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menembus Rp 18.800 per kg.

Pergerakan harga gula pasir dalam sebulan terakhir trennya terus naik. Harga rata-rata gula pada 11 Februari masih Rp 14.000/kg, artinya bila rata-rata pada 10 Maret 2020 sudah Rp 16.400 per kg maka sudah ada kenaikan 17% dalam sebulan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto menyampaikan beberapa hal terkait antisipasi kelancaran bahan baku jelang puasa dan lebaran, termasuk saat kondisi Indonesia positif corona.

"Pemerintah telah memutuskan untuk melakukan tambahan pasokan dengan mengimpor beberapa komoditi yang jumlahnya kurang untuk persediaan kebutuhan sampai dengan Juni, seperti daging kerbau 100.000 ton, gula konsumsi, bawang putih dan bebreapa buah-buahan. Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat cukup aman," tegas Suhanto dalam keterangan resminya.

Ia mengatakan berdasarkan pantauan dan laporan dinas daerah yang membidangi perdagangan di 34 Provinsi, rata-rata harga nasional barang kebutuhan pokok saat ini dibanding sebulan lalu secara umum stabil seperti beras, minyak goreng curah, daging sapi. Produk hortikultura seperti cabe merah, bawang merah, dan bawang putih bahkan cenderung turun. Komoditi yang harganya naik hanya gula pasir.

Kemendag juga telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) untuk kedua komoditi dimaksud yang diharapkan akan segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan Puasa dan Lebaran 2020. Hal ini dalam rangka mendukung kecukupan ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan beberapa komoditas pangan seperti gula pasir dan bawang putih,

"Pemerintah telah mengantisipasi dan berkomitmen selalu menjamin ketersediaan stok/pasokan barang kebutuhan pokok cukup, baik di pasar rakyat maupun ritel modern, dengan didukung oleh ketersediaan stok barang kebutuhan pokok di Perum Bulog, produsen, distributor, maupun importir," katanya. (h/*)

loading...
 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]