Pensiunan Guru Meninggal Bersimbah Darah Usai Dirampok di Bukittinggi


Rabu, 11 Maret 2020 - 16:59:38 WIB
Pensiunan Guru Meninggal Bersimbah Darah Usai Dirampok di Bukittinggi Kapolres Bukittinggi AKBP Iman Pribadi Santoso ketika dilokasi kejadian pencurian disertai dengan kekerasan yang berkibat meninggalnya M. Nazief (76) warga Jorong III Kampuang Nagari Persiapan Gaduik Timur, Rabu(11/3). (Wetrizon)

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -- Warga Jorong III Kampuang Nagari Persiapan Gaduik Timur gempar. Pasalnya, salah seorang warga jorong tersebut, M. Nazief (76) ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya dengan beberapa luka robek di bagian kepala, Rabu (11/3) pagi. Akibat kejadian itu, korban dilarikan ke Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi. 

Setelah dirawat beberapa jam, nyawa korban tidak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir pukul 11.10 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun dilokasi kejadian, korban yang merupakan pensiunan guru tersebut ditemukan pertama kali oleh istrinya Nurhasni (75) sepulang dari masjid usai melaksanakan salat subuh sekira pukul 06.15 WIB.

Baca Juga : Satu Unit Rumah di Agam Dilahap Si Gulambai, Pemilik Rumah Meninggal Terbakar

Korban ditemukan dalam keadaan duduk bersender di pintu kamarnya dengan kondisi kepala berlumuran darah dan masih sadar. Melihat hal tersebut, istri korban berteriak meminta pertolongan. Tak lama berselang, tetangga korban, Deni Afriadi (26) datang ke lokasi kejadian. 

Deni bersama tetangga lainnya menghubungi ambulans yang beberapa saat kemudian datang ke lokasi dan membawa korban ke RSAM. "Sewaktu masuk rumah, saya melihat korban sudah berlumuran darah. Istri korban berusaha menghentikan pendarahan di bagian kepala itu dengan tisu. Bersama tetangga lainnya, saya hubungi ambulans dan membawa korban ke RSAM," kata Deni.

Baca Juga : Jalan Inhu-Kuansing Rusak Parah, Gubernur dan Anggota Dewan Diminta Peduli

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi melalui Kasat Reskrim AKP Khairul Amri Nasution membenarkan kejadian tersebut. Dugaan sementara, kejadian ini merupakan kasus pencurian disertai kekerasan. Sebab, handphone korban tidak ditemukan. Kuat dugaan pelaku masuk rumah dengan mendobrak pintu belakang. 

"Aksinya diketahui korban, pelaku menyerang korban menggunakan benda tumpul, sehingga terdapat beberapa luka pada bagian kepala," katanya.Saat ini lanjut Kasat Reskrim, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Terlihat Kapolres Bukittinggi turut hadir langsung di lokasi kejadian. (*)

Baca Juga : Gegara Kerap Marahi Ibu, Pemuda Ini Tega Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas

Reporter : Wetrizon | Editor : Agoes Embun
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]