Ribuan Babi Mati Terserang Virus ASF, Dispangtan Mentawai Bagikan Disinfektan


Rabu, 11 Maret 2020 - 19:33:30 WIB
Ribuan Babi  Mati Terserang Virus ASF, Dispangtan Mentawai Bagikan Disinfektan Ilustrasi.Ratusan ekor babi yang mati di peternakan di Buleleng, akibat diserang virus ASF. (Foto: iNews.id/Pande Wismaya)

MENTAWAI, HARIANHALUAN-Ribuan babi di Mentawai mati mendadak akibat terpapar Virus Demam Babi Afrika (African Swine Fever Virus/ASF). Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus ASF, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Mentawai membagi-bagikan Disinfektan kepada peternak babi.

Demikian Sakeus Siamoju Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Mentawai dihubungi   Harianhaluan.com, Rabu (11/03) di ruang kerjanya.

"Sekarang ini dampak ASF sudah ada di Dusun Pasibuat, Desa Sikakap, Kecamatan Sikakap. Berdasarkan laporan, sudah  sebanyak 25 babi terkena virus. Untuk mencegah agar tidak meluas lagi kita berikan Disinfektan kepada peternak babi, " ungkapnya.

Sementara itu kondisi terparah dampak virus ASF kata Sakeus terdapat di wilayah Pulau Sipora, dimana hampir seluruh Desa di Pulau Sipora itu terkenak dampak demam babi afrika tersebut, Kendati demikian masih ada babi yang tersisa yang tidak terkontiminasi virus ASF. 

"Ternyata meskipun kondisinya sekarang banyak babi yang mati, tetapi masih ada yang hidup, mungkin karena virus ini tidak sampai atau jauh dari kandang lainnya, saya kan juga beternak babi tapi tidak terkena virus, yang terkena dampak virus ASF ini rata-rata tidak ada pemeliharaan kebersihan kandang, " jelasnya.

Ia menyebutkan berdasarkan data analisa jumlah penduduk dengan mayoritas kristiani tersebut didapat angka kematian babi mendekati 6 sampai 7 ribuan ekor babi. Namun berdasarkan laporan ril dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPl) baru mencapai 1.500 kematian babi. Itu  untuk wilayah Desa Tuapejat, Desa goiso'oinan dan Desa Matobek Pulau Sipora. 

"Masih banyak peternak yang belum melaporkan data kematian babi akibat virus ASF. Sekarang kita masih menunggu data rill dari PPL, disamping itu kita juga membantu mendampingi masyarakat peternak babi untuk menyemprotkan Disinfektan ke kandang babi yang masih hidup," paparnya. 

Ia menyebutkan bahwa pihaknya saat ini mendapatkan bantuan dari pusat untuk membantu mencegah penyebaran virus ASF yaitu 200 Liter Disinfektan dan 20 unit tangki pertanian. 

"Kita telah mendistribusikan Disinfektan ke sejumlah wilayah Mentawai diantaranya Sikakap dan Siberut masing-masing diberikan 20 Liter Disinfektan dan 3 unit Tangki pertanian, sedangkan sisanya sebagian untuk pulau Sipora," timpalnya.

Lebih lanjut dikataknnya untuk mengurangi dampak kerugian yang lebih besar akibat kematian babi, selai mensosialisasikannya melalui program Musrembang tingkat kecamatan, pihaknya bersama dengan tim terpadu akan turun langsung ke peternak membantu mempercepat pemberian Disinfektan. 

"Besok kita akan turun langsung termasuk dokter hewan untuk membantu masyarakat, kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Sikakap dan Siberut, kita himbau juga masyarakat agar tidak langsung beternak babi, tunggu selama 6 Bulan sampai virus tersebut hilang, dengan catatan membersihkan kandang, kapan perlu kandangnya dibongkar dan dibangun yang baru," pungkasnya. (*)
 

loading...
Reporter : REDY /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]