Maksimal Rp750 Ribu, Ini Daftar 'Harga' Denda Tilang Elektronik


Rabu, 11 Maret 2020 - 19:59:43 WIB
Maksimal Rp750 Ribu, Ini Daftar 'Harga' Denda Tilang Elektronik Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pengguna kendaraan bermotor saat ini tak bisa sembarangan melanggar lalu lintas. Soalnya, pengendara dipantau terus oleh kamera CCTV. Mereka yang melanggar dan tertangkap kamera CCTV siap-siap langsung ditilang.

Saat ini di beberapa wilayah telah diberlakukan sistem tilang elektronik atau E-TLE (electronic traffic law enforcement). Berbekal kamera CCTV, polisi bisa memantau dan mengidentifikasi pelanggar lalu lintas. Pengendara yang melanggar akan mendapatkan surat tilang yang dikirim ke alamat sesuai identitas kendaraan bermotornya.

Pengendara mobil dan sepeda motor bisa dijerat tilang elektronik ini. Denda tilangnya pun cukup mahal, ada yang sampai Rp 750 ribu.

Biasanya yang terjaring E-TLE adalah mereka yang menerobos jalur bus TransJakarta, tidak mengenakan helm untuk pemotor, bermain ponsel sambil berkendara, hingga melanggar marka dan menerobos lampu merah. Pengendara mobil yang melanggar peraturan ganjil-genap atau tidak mengenakan sabuk pengaman juga akan ditilang melalui sistem E-TLE.

Denda tilang untuk pelanggar yang terekam kamera E-TLE akan mengikuti Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam peraturan tersebut sudah dijabarkan denda maksimal dari pelanggaran lalu lintas.

Pemotor yang tertangkap tilang elektronik karena tidak menggunakan helm SNI, menurut UU No. 22 Tahun 2009 akan terancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000. Begitu juga pemotor yang membiarkan penumpangnya tidak menggunakan helm SNI akan dikenakan ancaman hukuman yang sama.

Untuk pengemudi mobil, yang tidak menggunakan sabuk pengaman atau membiarkan penumpang yang duduk di samping pengemudi tidak mengenakan sabuk pengaman terancam hukuman berupa kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Jika pengendara melanggar lalu lintas dengan masuk jalur busway, ancaman hukumannya juga cukup berat. Sesuai pasal 287 UU No. 22 Tahun 2009, pengguna kendaraan bermotor yang tertangkap tilang E-TLE sedang masuk jalur busway, terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Selanjutnya, pengemudi yang melanggar rambu-rambu dan marka jalan, termasuk melanggar garis berhenti (stopline), bakal terancam pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Mau menerobos lampu merah? Pikir-pikir lagi deh. Soalnya, sesuai pasal 287 ayat 2 UU No. 22 Tahun 2009, pengendara yang melanggar lampu lalu lintas bakal menghadapi hukuman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 juga.

Selanjutnya, berkendara sambil bermain HP ancaman hukumannya lebih berat lagi. Sesuai pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009, pengendara yang bermain HP sambil mengemudi akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Untuk mobil, di beberapa ruas jalan Jakarta sudah diterapkan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap. Kalau kedapatan melanggar ganjil genap, sanksi yang dikenakan adalah hukuman kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu sesuai dengan aturan pada pasal 287 ayat 1 UU No. 22 tahun 2009.(*)

 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM