Kisah Arma, Orang Terakhir yang Turun dari Kapal Pesiar 'Sarang' Corona


Rabu, 11 Maret 2020 - 21:06:06 WIB
Kisah Arma, Orang Terakhir yang Turun dari Kapal Pesiar 'Sarang' Corona Gennaro Arma

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Foto kapten kapal pesiar Diamond Princess yang turun sebagai penumpang terakhir setelah 700 penumpangnya dievakuasi akibat isu penyebaran virus corona mendadak viral pada pekan kemarin.

Tak sedikit netizen yang tergugah dengan keberanian Gennaro Arma, kapten berdarah Italia itu.

Saat ini Arma masih dalam masa karantina, setelah itu ia akan pulang ke rumahnya di Sant'Agnello, kawasan pesisir nan indah di Naples, Italia.

Sang istri, Mariana Gargiulo, mengaku sangat bangga dengan keberanian suaminya di tengah wabah virus yang membuat panik dunia ini.

"Saya tidak pernah merasa khawatir dengan keberadaannya, karena kami selalu berkomunikasi," kata Gargiulo, seperti yang dikutip dari CNN Travel pada Rabu (11/3).

Sang istri hanyalah satu dari sekian banyak orang yang menyanjung keberanian Arma sebagai kapten kapal pesiar yang sempat terombang-ambing di dermaga akibat seluruh penumpangnya dicurigai terpapar virus corona itu.

Sebagian penumpang dan kru kapal pesiar ikut mengatakan kalau sebagai kapten, Arma berhasil menenangkan penumpang dan menerapkan standar operasi penanganan yang baik.


Tetap tenang

Seluruh penumpang kapal pesiar Diamond Cruises akhirnya diizinkan turun dan melalui proses karantina di Jepang pada 2 Maret 2020.

Hingga hari terakhir di kapal pesiar, Arma terus menyemangati penumpang dan krunya. Bahkan ia terus mengirimkan catatan penyemangat untuk seluruh penumpangnya selama di tempat karantina.

Di Sant'Agnello, seluruh teman, keluarga, penduduk kota, dan pihak berwenang setempat sedang menunggu kembalinya Arma, bersiap-siap menggelar pesta penyambutan yang meriah untuk kapten yang juga telah dinyatakan negatif corona itu.

Istrinya mengatakan karakter suaminya yang tenang selama keadaan darurat membuat penumpang merasa aman selama "terkurung" di kabin kapal pesiar.

Ketenangan Arma juga memberi keluarganya perasaan damai dan tenteram.

"Kami berbicara setiap hari, baik melalui telepon dan obrolan video," katanya.

"Saya bisa mendengar dia tenang, bahwa semuanya baik-baik saja, dan saya bisa melihat bahwa dia baik-baik saja. Dia tidak pernah punya masalah," lanjutnya.

Arma, menurut Gargiulo, memiliki keahlian maritim selama puluhan tahun yang berhasil membawanya berlayar ke seluruh penjuru dunia setelah lulus di sekolah pelayaran lokal yang bergengsi.

"Dia adalah seorang pria dengan keterampilan dan pengetahuan laut yang hebat," katanya.

"Kekhawatiran utamanya adalah kesejahteraan para penumpangnya. Kasus ini merupakan tantangan yang baik baginya," lanjutnya.

Gargiulo mengatakan dia tidak tahu apa rencana Arma selanjutnya - apakah dia akan istirahat atau kembali berlayar.

Untuk saat ini, dia hanya fokus untuk bisa mengurus suaminya lagi di rumah.

"Setelah bertahun-tahun, saya sudah terbiasa dengan kenyataan bahwa dia bisa pergi sangat jauh dan sangat lama," katanya.

Pelaut sejati

Pengelola Princess Cruises telah menyatakan rasa terima kasih atas upaya Arma mengelola situasi darurat hingga akhirnya seluruh penumpang bisa turun ke daratan.

"Selama upaya evakuasi, Kapten Arma adalah pemimpin yang sangat tenang, cakap, dan inspiratif bagi semua orang yang ada di dalamnya," kata bos Princess Cruises, Jan Swartz, dalam sebuah pernyataan kepada CNN.

"Dari pengecekan mesin kapal, koordinasi tim, hingga dengan pihak berwenang, kontribusi Kapten Arma mendapat pujian sebagai praktik kepemimpinan terbaik dan luar biasa," lanjutnya.

Penumpang juga memuji kepemimpinan Arma yang ditunjukkannya melalui pesan rutin, informasi terkini, dan bahkan hadiah.

"Terima kasih kepada [Kapten] Gennaro atas pengumuman dan kemampuannya untuk menemukan humor dalam keadaan yang tidak biasa," cuit seorang tamu, Au Na Tan, di Twitter.

Dia menambahkan bahwa Arma "berani, simpatik, dan optimis. Dia berusaha meyakinkan kami bahwa keadaan akan baik-baik saja. Karena memang benar bahwa seorang kapten yang ketakutan bisa membuat kru ikut ketakutan."

Istri Arma mengatakan bahwa selain tenang, suaminya juga memiliki karakter hangat dan ramah.

"Dia selalu merawat penumpang dengan baik, dia selalu memiliki perhatian khusus untuk mereka," katanya.

"Setiap hari saat makan siang, sebelum mereka mulai makan, dia menyapa mereka semua 'buon appetito' (selamat makan dalam bahasa Italia)."

"Saat Valentine, di tengah kondisi tak bisa berlabuh, ia mengirimkan cokelat dan bunga kepada seluruh penumpang yang ada di dalam kabin, sehingga mereka tak merasa terlupakan," lanjutnya.

Banyak penduduk Italia percaya keberanian Arma telah membantu memulihkan harga diri "seluruh komunitas Sorrento" dari "aksi memalukan" kapten Francesco Schettino, yang pada 2012 melompat dari kapal Costa Concordia yang terbalik dan meninggalkan penumpang dan krunya.

Walau kini disanjung dunia, namun Arma tetaplah kapten kapal dengan segala kerendahan hati.

Pesan terakhir Arma kepada krunya menekankan bahwa koordinasi tim yang baik merupakan penyelamat sejati dari kondisi darurat ini.

"Kita semua berada di akhir perjalanan kita," tulisnya.

"Tetap kuat, jaga dirimu. Kita akan menyudahi kondisi ini seperti kita memulainya: secara bersama-sama."

"Terima kasih para gladiatorku, dan buon appetito." (*)

 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]