Ahli: Indonesia Tak Akan Siap Hadapi Pandemi Corona


Rabu, 11 Maret 2020 - 21:44:46 WIB
Ahli: Indonesia Tak Akan Siap Hadapi Pandemi Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Kepala Eijkman Herawati Sudoyo menyatakan Indonesia tidak siap jika virus corona yang menyebabkan SARS-CoV-2 menjadi pandemi. Menurutnya, mitigasi penyakit Indonesia masih buruk.

"Indonesia siap enggak sih kalau seandainya terjadi pandemi? Jawaban saya, tidak, sekarang juga tidak siap. Mitigasi kita itu buruk sekali," ujar Hera di Jakarta, Selasa (10/3). 

Baca Juga : Pekan Depan, Kemendagri Panggil Ulang Sandi Damkar 'Pembongkar Korupsi'

Menurut Badan Kesehatan Dunia di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) (World Health Organization/WHO), pandemi adalah penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia.

Hera menuturkan ketidaksiapan Indonesia salah satunya ditandai dari belum mampu menerapkan komunikasi risiko. Dia berkata informasi perihal SARS-CoV-2 yang sebenarnya terjadi saat ini tidak dikemukakan dengan baik. 

Baca Juga : Gaji Karyawan Pertamina Tertinggi dari Semua BUMN di Indonesia, Benarkah?

Akibatnya, dia berkata sangat banyak orang yang lebih mempercayai hoaks dari pada informasi resmi.

Lebih lanjut, Hera menyampaikan semua orang bingung dengan SARS-CoV-2. Sehingga, dia juga tidak heran terjadi kepanikan di tengah masyarakat.

Baca Juga : BPOM Tetap tak Restui Vaksin Nusantara, Ternyata Ini Penyebabnya

"Bukan dari kemarin-kemarin sebelum dilaporkan positif itu kita sudah siap, semuanya ya, mentalnya," ujarnya.

Di sisi lain, Hera berkomentar mengenai hasil modeling penularan SARS-CoV-2 yang ditanggapi secara negatif oleh sebagian pihak. Dia menegaskan warga Indonesia ada yang terjangkit SARS-CoV-2 karena sangat terbuka.

Baca Juga : Pekerja Harap Bersabar, Sisa BLT Subsidi Gaji 2020 Masih Tahap Pendataan

"Kenapa kita mesti marah. Justru, harusnya kita berpikir lebih dalam jangan-jangan memang benar dan kelihatannya kalau berdasarkan perhitungan modeling itu benar," ujarnya.

Hera menambahkan pihaknya belum dapat memastikan mutasi virus dari hewan ke manusia yang menyebabkan SARS-CoV-2. Sebab, dia berkata SARS-CoV-2 merupakan penyakit baru.

"Semua peneliti di dunia ini sekarang mempelajari laporan dari teman-teman lain yang melakukan penelitian apa yang mereka temukan," ujar Hera.

"Jadi setiap hari kita mesti membuka referensi dan kemudian belajar," ujarnya.(*)

Editor : NOVA | Sumber : cnnindonesia

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]