Karyawan Dijadikan 'Sanitizer Bergerak', Perusahaan Ini Dihujat Warganet


Rabu, 11 Maret 2020 - 22:24:43 WIB
Karyawan Dijadikan 'Sanitizer Bergerak', Perusahaan Ini Dihujat Warganet Warganet dibuat geram dengan beredarnya foto lelaki tua yang menggunakan kostum dispenser pencuci tangan dan bekerja melayani para karyawan di sebuah kantor.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Warganet dibuat geram dengan beredarnya foto lelaki tua yang menggunakan kostum dispenser pencuci tangan dan bekerja melayani para karyawan di sebuah kantor.

Pelakuan terhadap lelaki tersebut dinilai melewati batas kemanusiaan.

Influencer muslim Mohamad Tahwidi melalui akun Twitter-nya @Imamofpeace turut mengomentari perlakuan tersebut.

"Ini terjadi di sebuah tempat di Gulf, Siapa pun atau perusahaan mana pun yang melakukan ini kepada karyawannya harus diketahui dan dipermalukan. Kalian bisa melihat rasa hina dan kesedihan di matanya. Dia bukan lah budak. Jika kamu pernah datang ke negeri ini lalu kamu meliat bagamana para pekerja migran diperlakukan. Menyedihkan." tulis Tahwidi.

Tahwidi menjelaskan bahwa lelaki tersebut bekerja sebagai 'sanitizer bergerak'. Lelaki tersebut harus berjalan berkeliling kantor menuju orang-orang yang membutuhkan cairan pembersih tangan yang terdapat di kostum dispensernya.

Tahwidi menambahkan, ini bukanlah sekedar kostum. Ini adalah perbudakan modern.

Sementara itu, Middle East Eye melaporkan bahwa perusahaan tersebut diketahui merupakan perusahaan minyak Aramco di Arab Saudi.

Pihak Aramco menolak untuk menyebut perlakuan tersebut sebagai bentuk penghinaan. Mereka berkelit melakukannya demi kepentingan kebersihan tangan.

"Perusahaan telah menghentikan perlakuan ini dan telah mengambil langkah agar hal ini tidak terulang kembali." sebut Aramco dalam statemen tertulis mereka.

Atas kejadian ini, warganet ramai-ramai menghujat perlakuan tersebut.

"No need of person to stand there. Sanitizers can be easily placed on any table. Pathetic."  tulis @vishalpalan.

Tidak perlu seseorang untuk berdiri disana. Pembersih bisa gampang diletakkan di meja manapun.  Menyedihkan. -- red.

"It's also a damn shame on every person who used this sanitizer without even making eye contact or say hi to this human being as if he is nothing but a moving hanger! Very saddening to see!" tulis @HatemGamasy.

Ini juga memalukan bahi semua orang yang menggunakan pembersih ini bahkan tanpa menatap matanya atau menyapa lelaki ini sebagai manusia, seolah-olah dia adalah gantungan yang bergerak! Sangat menyedihkan melihatnya. -- red.

Arab Saudi telah berulang kali bermasalah dalam memperlakukan tenaga kerja asing. Tahun lalu, Bangladesh mengungkap bahwa para pekerja perempuan dipulangkan dari rab setelah mengalami beberapa kekerasan fisik dan seksual.(*)

 Sumber : suara.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 21 Maret 2020 - 02:06:43 WIB

    Nekat 'Kabur' dari Karantina, Seorang Karyawan Kena PHK

    Nekat 'Kabur' dari Karantina, Seorang Karyawan Kena PHK JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang warga negara Australia yang bekerja di Beijing, China, dipecat oleh perusahaan karena melanggar aturan karantina terkait virus corona yang berlaku di sana..
  • Rabu, 18 Maret 2020 - 18:48:55 WIB

    Kasihan, Qatar Airways Pecat 200 Karyawannya, Bangkrut Ya?

    Kasihan, Qatar Airways Pecat 200 Karyawannya, Bangkrut Ya? JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Qatar Airways memberhentikan sekitar 200 karyawan, yang semuanya merupakan warga negara Filipina berbasis di Qatar pekan ini. Kebijakan itu diambil ketika wabah virus corona atau COVID-19 yang m.
  • Selasa, 17 Maret 2020 - 06:10:27 WIB

    Gelombang PHK Hantam 3.750 Karyawan Maskapai Selandia Baru

    Gelombang PHK Hantam 3.750 Karyawan Maskapai Selandia Baru AUCKLAND, HARIANHALUAN.COM -- Maskapai asal Selandia Baru, Air New Zealand akan mengurangi jumlah karyawannya sebesar 30 persen. Dengan kondisi jumlah total karyawan mencapai 12.500 orang, berarti ada 3.750 orang yang bakal k.
  • Selasa, 03 Maret 2020 - 23:23:40 WIB

    8.000 Karyawan Google Diminta Kerja dari Rumah karena Virus Corona

    8.000 Karyawan Google Diminta Kerja dari Rumah karena Virus Corona JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Remote working atau work from home alias bekerja tak perlu ke kantor sudah umum diterapkan banyak perusahaan, terutama di perusahaan-perusahaan teknologi yang banyak menerapkan gaya bekerja digital.
  • Sabtu, 08 Februari 2020 - 15:44:16 WIB

    Jijik..! Karyawan di Pabrik Ini Kupas Ceker Ayam Pakai Mulut

    Jijik..! Karyawan di Pabrik Ini Kupas Ceker Ayam Pakai Mulut JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menjijikkan, sebuah pabrik di Thailand dikecam setelah meminta karyawannya untuk mengupas tulang-tulang dari ceker ayam menggunakan mulut mereka..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM