Pemulangan Jenazah WNA Corona yang Meninggal di RI Diurus Negara Asal


Kamis, 12 Maret 2020 - 07:43:35 WIB
Pemulangan Jenazah WNA Corona yang Meninggal di RI Diurus Negara Asal Jubir Kemlu Teuku Faizasyah (Foto: Andhika-detikcom)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Seorang WNA yang dinyatakan positif virus corona meninggal dunia ketika menjalani perawatan di Bali. Kementerian Luar Negeri mengatakan proses pemulangan dilakukan oleh konsulat jenderal negara asal WNA tersebut.

"Iya betul (melalui konsulat jenderal)," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah, dikutip dari detik.com, Kamis (12/3/2020).

"Sebagai contoh, kalau ada WNI meninggal di luar negeri, KBRI/konsulat jenderal lazimnya dimintakan bantuan mengeluarkan dokumen untuk pengurusan pemulangan jenazah" lanjutnya.

Teuku mengatakan dirinya pun tidak mengetahui sampai mana proses pemulangan WNA itu saat ini. Menurutnya, Kemenkes lah yang mengetahui bagaimana penanganan pasien WNA yang meninggal.

"Sebaiknya dicek dengan Kemenkes karena ada prosedur penanganan secara medis untuk seseorang yang meninggal karena virus," katanya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Pemerintah terkait COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan pihaknya tidak mengetahui pasti proses pengurusan WNA tersebut. Menurutnya, proses itu dilakukan oleh Dinas Kesehatan di Bali serta konsulat jenderal negara asal.

"Saya nggak monitor ya, ini kan dikelola oleh Dinas Kesehatan Bali dengan keluarganya dia, saya nggak monitor mengikuti. Kan ada konjennya, ya pasti diurusi sama mereka" ucapnya.

Seperti diketahui, WNA yang meninggal itu merupakan pasien Corona (COVID-19) dengan kasus nomor 25 berusia 53 tahun. Pasien berjenis kelamin perempuan ini dinyatakan positif Corona pada Selasa (10/3) kemarin. Pasien tersebut termasuk dalam imported case atau terinfeksi virus dari luar Indonesia.

"Tadi malam sekitar pukul 02.00 WIB lewat sedikit pasien dengan identitas 25 meninggal dunia," kata juru bicara pemerintah untuk urusan virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020).

Yuri mengatakan pasien tersebut sebelumnya juga mengidap penyakit lainnya. Salah satunya diabetes.

"Pasien ini memang masuk dalam keadaan sakit berat karena memang ada faktor penyakit yang mendahuluinya di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," ujarnya. (*)

 Sumber : Detik /  Editor : Milna
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 14 Februari 2020 - 19:44:36 WIB

    Dulu Demo, Besok Warga Akan Ikut Lepas Pemulangan WNI di Natuna

    Dulu Demo, Besok Warga Akan Ikut Lepas Pemulangan WNI di Natuna JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah warga di desa Penagi, Kabupaten Natuna, disebut akan ikut melepas kepulangan ratusan WNI yang telah selesai menjalani observasi kesehatan selama 14 hari setelah dievakuasi dari daerah waba.
  • Selasa, 11 Februari 2020 - 06:39:55 WIB

    Stafus Ungkap Alasan Penolakan Jokowi soal Pemulangan Eks ISIS

    Stafus Ungkap Alasan Penolakan Jokowi soal Pemulangan Eks ISIS JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Stafus Presiden Joko Widodo (Jokowi), Dini Shanti Purwono, menegaskan kepala negara secara pribadi menolak rencana pemulangan WNI eks ISIS dari Suriah. Dini mengungkapkan alasan di balik sikap p.
  • Kamis, 06 Februari 2020 - 07:33:44 WIB

    Ini Alasan Mahfud MD Tolak Pemulangan 660 WNI Bekas ISIS

    Ini Alasan Mahfud MD Tolak Pemulangan 660 WNI Bekas ISIS JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sebagai pribadi, Prof Mahfud Md punya pendapat senada dengan sejumlah pihak yang keberatan dengan rencana pemulangan 660 orang warga negara Indonesia (WNI) mantan anggota Islamic State of Iraq an.
  • Ahad, 02 Februari 2020 - 11:57:32 WIB

    Kemenag Tak Mau Gegabah Terkait Pemulangan Eks ISIS

    Kemenag Tak Mau Gegabah Terkait Pemulangan Eks ISIS JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan ISIS saat ini berada di beberapa negara di Timur Tengah. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih me.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]