Gegara Pohon Kelapa, 6 Orang Tewas Akbat Bentrokan Antarsuku di Flores Timur


Kamis, 12 Maret 2020 - 12:09:48 WIB
Gegara Pohon Kelapa, 6 Orang Tewas Akbat Bentrokan Antarsuku di Flores Timur Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Polisi menetapkan 8 orang dari Suku Lama Tokan sebagai tersangka terkait bentrokan antarsuku di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Polisi belum menemukan provokator karena diduga spontan lantaran masalah pohon kelapa yang ditanam melewati batas.

"Sementara belum ada ketemu (provokator)," kata Kapolres Flores Kapolres Flores Timur AKBP Deny Abraham dilansir dari detikcom, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga : Satu Unit Rumah di Agam Dilahap Si Gulambai, Pemilik Rumah Meninggal Terbakar

Berdasarkan pemeriksaan, lanjut Deny, bentrokan itu berawal dan masalah tanah. Yakni, Suku Lama Tokan meminta Suku Kwaelaga mencabut pohon kelapa yang ditanam melewati batas. Lokasi itu berjarak 10-15 km dari desa.

"Hari itu tanggal 5 (Maret) mereka ketemu di lokasi, sempat terjadi dulu perdebatan, Suku Lama Tokan meminta pada 5 orang Suku Kwaelaga ini untuk mencabut pohon kepala yang mereka sudah tanam lewat batas, dari Suku Kwaelaga tapi tidak mau cabut, mereka sampaikan 'silakan kalau mau cabut silakan, dari kami sendiri tidak mau menyuruh dan kami tidak mau cabut'," ujarnya.

Baca Juga : Jalan Inhu-Kuansing Rusak Parah, Gubernur dan Anggota Dewan Diminta Peduli

Setelah itu, terjadilah perdebatan sehingga bentrokan pecah. Sebanyak 6 orang tewas dalam peristiwa itu.

"Terjadi perdebatan yang spontan emosional langsung saling tombak dan saling parang," tuturnya.

Baca Juga : Gegara Kerap Marahi Ibu, Pemuda Ini Tega Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas

Saat ini, situasi di lokasi sudah kondusif. Polisi memberikan imbauan dan pendekatan ke tokoh-tokoh adat dan masyarakat kedua suku itu. Semua pihak sepakat menjaga agar situasi tetap kondusif.

"Kemudian langkah preventif, kita patroli dialogis kedua suku ini, kita tempatkan pasukan juga membaur dengan kedua suku ini, sambil memberi pesan keamanan, kamtibmas agar tetap kondusif agar warga bisa beraktivitas dengan baik tidak suasana mencekam," ujarnya.

Baca Juga : Mengaku Bunuh Istrinya tapi Jasad yang Ditemukan Berusia 1.600 Tahun

Bentrokan terjadi di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Pulau Adonara, Flores Timur, NTT pada Kamis (5/3). Polisi menggandeng pemerintah daerah dan dua tokoh suku yang terlibat bentrokan untuk mencari solusi. (h/*)
 

Editor : Heldi | Sumber : detik.com
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]