Peduli Rotan Getah, Sejumlah Pemuda di Pasaman Persembahkan Alek Budaya


Kamis, 12 Maret 2020 - 21:01:04 WIB
Peduli Rotan Getah, Sejumlah Pemuda di Pasaman Persembahkan Alek Budaya Penggagas Alek Budaya Rotan Getah bersama anak-anak Rotan Getah usai menggelar Baksos pasca bencana melanda wilayah itu.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Sejumlah pemuda di Kabupaten Pasaman, gagas pagelaran Alek Budaya Rotan Getah, 17 hingga 19 April mendatang. Iven ini sebagai wadah pengembangan potensi budaya, sosial dan ekonomi masyarakat. 

Salah seorang penggagas kegiatan, sekaligus Ketua KNPI Kabupaten Pasaman, Muhammad Fatahuddin Daulay mengatakan, event tersebut akan digelar di Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, salah satu kejorongan yang masih terisolir dan terpencil di Pasaman. 

"Rotan Getah ini, letaknya jauh dari jalan lintas Sumatera. Akses jalan daratnya rumit, masih jalan setapak dan tanah merah. Untuk kesana, harus menyusuri dinding perbukitan yang berlapis, sebagian lain menyusuri sungai dangkal sebagai jalur lintasnya," ungkap ayah dua anak ini, Kamis (12/3). 

Namun, dibalik keterisoliran itu, kata Fatah, Rotan Getah malah menyimpan segudang sejarah yang belum banyak diketahui oleh publik. Salah satunya, kampung penghasil gambir itu pernah disinggahi Mr Syafruddin Prawiranegara, saat memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), 22 Desember 1948 sampai 13 Juli 1949.

"Pahlawan Nasional, Mr. Syafruddin Prawiranegara pernah berdiam diri di Rotan Gotah, Nagari Muaro Seilolo, kurang lebih tiga bulan lamanya. Dia, tinggal sementara di rumah bagonjong milik kaum suku Piliang, yang penghulu datuknya bergelar Datuk Mangkudum," tukas Fatah. 

Masih kentalnya budaya gotong royong dalam penyelesaian beragam masalah oleh masyarakat setempat, menjadi alasan bagi pihaknya dan sejumlah komunitas lainnya untuk menjadikan Rotan Getah sebagai pusat pelaksanaan pagelaran tersebut.

"Termasuk dalam mengatasi berbagai persoalan saat bencana alam melanda mereka dan kejorongan lainnya di Nagari Muaro Silolo, pada 15 Februari 2020. Mereka tetap tegar, kuat dan tabah meski luput dari perhatian pemerintah," katanya. 

Menuju ke Rotan Getah, butuh nyali besar. Kesana, kata dia, hanya bisa ditempuh dengan kenderaan roda dua. Jika tidak kuat mental, bisa-bisa celaka dijalan. Medannya sangat ekstrem, jalannya terjal dan berada diatas ketinggian bukit.

"Jika hujan, jalan sangat licin, jika kemarau jalannya berdebu. Jaraknya kurang lebih 90 Km dari Lubuksikaping, pusat kabupaten. Masyarakat Rotan Gotah adalah masyarakat hulu yang menggantungkan hidup pada alam (bertani dan berladang)," ucapnya. 

Fatah menjelaskan, bahwa keterisoliran dan budaya gotong royong yang dimiliki menjadi pijakan dasar untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satunya pengaktifasian gerakan budaya berbasis sadar lingkungan. Tujuan kegiatan ini, kata dia, penegasan gotong royong sebagai budaya nyata dan kekuatan utama masyarakat Rotan Gotah.

Selain itu, menjadikan budaya berbasis sadar lingkungan sebagai solusi keluar dari ketertinggalan dan keterisoliran. "Kita juga akan mengenalkan kekayaan tradisi masyarakat Rotan Gotah dan Mapat Tunggul Selatan ke masyarakat luas," ucapnya. 

Bentuk kegiatan pada event ini, kata Fatah, banyak sekali. Mulai dari pertunjukan seni budaya hingga aksi tanam pohon juga ada. Pihaknya berharap, lewat pagelaran ini tercipta event budaya berskala nasional dan internasional yang berkelanjutan. "Bentuk kegiatan, diantaranya rmbuk budaya, lapeh lauak larangan, orasi budaya, tanam 2000 pohon, makan basamo di daun pisang, pertunjukan seni budaya, deklarasi Rotan Gotah serta Balimau," katanya.  

Alek budaya Rotan Getah ini, kata Fatah, dilaksanakan oleh pemuda Rotan Gotah, serta didukung penuh seluruh lapisan masyarakat, organisasi serta komunitas kepemudaan dan gerakan kebudayaan. "Insha Allah, kita juga akan menghadirkan Gubernur Sumbar, Bapak Irwan Prayitno bersama Danrem 032 Wirabraja Padang. Ini sedang kita upayakan," katanya. (*)

loading...
Reporter : Yudhi Lubis /  Editor : Agoes Embun
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 14 Januari 2016 - 03:07:19 WIB

    Pemkab Kampar Tak Peduli Dengan Korban Banjir

    PEKANBARU, HALUAN — Dinas Sosial Provinsi Riau, menyesalkan tidak adanya upaya dari Pemerintah Kabupaten Kampar, untuk membantu korban banjir di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Pasalnya hingga saat ini belum a.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]