Koperasi Ikmal Kemenag Sawahlunto Bukukan SHU Rp272 Juta dan Aset Rp3,6 Miliar


Jumat, 13 Maret 2020 - 08:44:29 WIB
Koperasi Ikmal Kemenag Sawahlunto Bukukan SHU Rp272 Juta dan Aset Rp3,6 Miliar RAT KPRI Ikmal Kantor Kemenag Sawahlunto, bukukan SHU Rp274 juta dan aset sebesar Rp3,6 miliar. RIKI YUHERMAN

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Koperasi Ikhkas Beramal (KPRI Ikmal) Kantor Kementrian Agama Kota Sawahlunto membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) 2019 sebesar Rp272 juta. Sementara aset KPRI Ikmal tercatat Rp3,6 miliar, naik 66,6 persen dari tahun sebelumnya, yakni Rp3,4 miliar.

"Meski SHU 2019 turun dari 2018, Rp273 miliar menjadi Rp272 miliar. Disisi lain aset koperasi meningkat dan juga pinjaman modal pada PKPRI Sumatera Barat sebelumnya Rp750 juta  pada 2017, kini utang hanya tersisa Rp41,6 juta," ujar Ketua KPRI Ikmal Kemenag Sawahlunto, Yusmanto saat Rapat Anggota Tahunan (RAT, kemarin.

Adapun SHU tersebut lanjutnya berasala dari unit simpan pinjam, kredit candak kulak (KCK), warung serba ada (waserda), administrasi pinjaman dan jasa PKP -RI.  Jumlah anggota KPRI Ikmal saat ini berjumlah 150 orang.

Sementara Kepala Dinas Koperindag Sawahlunto, Marwan dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kenaikan aset yant dimiliki KPRI Ikmal Kemenag Sawahlunto, terlebih permodalan yang tidak lagi dari pihak luar.

"RAT merupakan indikator keberhasilan koperasi. Dan untuk KPRI Ikmal yang tidak lagi memakai pinjaman modal luar seperti tahun sebelumnya ini merupakan satu keberhasilan yang sangat baik untuk anggotanya," ujarnya.

Marwan menilai, kebanyakan koperasi berjalan lamban dan terseok-seok karena modal berasal dari luar dengan bunga yang besar, di mana berbeda waktu yang dipinjamkan kepada anggota dibandingkan dengan pengembaliannya sehingga banyak uang tersedot untuk pengembalian pinjaman.
"Ke depan agar ini terus ditingkatkan, dan mampu mengerahkan potensi serta daya upaya lainnya, agar koperasi dapat berjalan baik sebagaimana tujuan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh anggotanya," katanya.

Kepala Kantor Kemenag Sawahlunto yang diwakili Kepala Sub bagian Tata Usaha, Okto Verisman menyebutkan, RAT merupakan keputusan tertinggi dalam pelaksanaan operasional manajemen koperasi, karena RAT milik penuh dari anggotanya. Lebih jauh diungkapkannya, dalam koperasi terdapat tiga komponen penting yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, yakni pengurus, pengawas dan anggota.

"Maju mundurnya koperasi tegantung tiga komponen itu, sehingga kesalahan dalam mengelola tidak dapat dibebankan pada satu pihak atau orang saja. Terkait perbedaan itu biasa terjadi, untuk itu diharapkan komunikasi dan koodinasi yang baik terus dijalin antara pengurus dan pengawas," tuturnya.(*)
 

loading...
Reporter : Riki Yuherman /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]