Dampak Corona, Harga Nangka Muda Lebih Mahal Dari Ayam


Jumat, 13 Maret 2020 - 10:16:02 WIB
Dampak Corona, Harga Nangka Muda Lebih Mahal Dari Ayam Nangka muda

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketakutan akan virus corona dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia. Sayangnya ada banyak kabar yang membuat orang salah paham, termasuk soal makanan.

Dilansir dari Hindustan Times (12/3) masyarakat India menangkap informasi yang salah soal penyebaran virus corona. Banyak masyarakat di India percaya kalau virus corona ditularkan lewat unggas. Padahal unggas sama sekali bukan penyebab ataupun pembawa virus mematikan ini.

Kabar simpang siur ini dipercaya oleh banyak orang yang kemudian membuat orang enggan membeli ayam. Alhasil, sebagian besar masyarakat beralih menyantap alternatif makanan lain.

Kini di India, kathal atau nangka muda justru lebih laris dibandingkan ayam. Di pasar India, nangka ini dijual dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan harga ayam. Padahal biasanya nangka muda masuk dalam bahan makanan sederhana yang murah.

Jika sebelumnya, harga nangka ini sekitar 50 Rupee (Rp 9.700) per kilogram maka setelah ada wabah corona harganya melonjak jadi 120 Rupee (Rp 23.000). Harga nangka bahkan dibanderol lebih mahal dibandingkan harga ayam yang 80 Rupee (Rp 15.000) per kilogram.

"Lebih baik membuat nasi biryani nangka muda daripada biryani kambing atau ayam. Rasanya cukup enak. Satu-satunya masalah adalah nangka ini telah terjual habis di pasar sayur dan sulit ditemukan," kata Purnima Srivastava salah satu orang yang juga mengolah nangka muda.

Virus corona sudah menghantam industri usaha unggas di India. Asosiasi Peternakan Unggas bahkan baru-baru ini menggelar sosialisasi untuk menghilangkan kesalahpahaman yang sudah terlanjur beredar luas.

"Kami menjual sepiring olahan ayam dengan harga 30 Rupee (Rp 5.800) untuk mendorong orang agar mau menyantap hidangan ayam yang lezat. Kami memasak 1.000 kilogram ayam untuk acara ini dan semuanya habis," kata Vineet Singh, kepala Asosiasi Peternakan Unggas.

Meskipun demikian, tingkat kepercayaan masyarakat masih minim. Orang lebih tertarik makan makanan berbasis nabati dan menghindari makanan hewani. Daging kambing, ayam hingga ikan masih jadi komoditas pasar yang dihindari orang karena khawatir terpapar virus corona.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 24 September 2020 - 06:36:58 WIB

    Indonesia Masuk Resesi Ekonomi, Dampaknya Mengerikan! 

    Indonesia Masuk Resesi Ekonomi, Dampaknya Mengerikan!  HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia secara resmi masuk zona resesi pada kuartal II/2020, dimana proyeksi pertumbuhan ekonominya diperkirakan minus 2,9 persen - minus 1,0 .
  • Selasa, 22 September 2020 - 12:03:16 WIB

    Bank Nagari Perkuat Bantalan Mitigasi Risiko Kredit di Tengah Dampak Pandemi Covid-19

    Bank Nagari Perkuat Bantalan Mitigasi Risiko Kredit di Tengah Dampak Pandemi Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Tahun ini, Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Bank Nagari, naik dua kali lipat dibanding  tahun sebelumnya. Tahun lalu CKPN Bank Nagari hanya Rp92 miliar. Namun tahun ini naik menjadi Rp215 miliar..
  • Rabu, 16 September 2020 - 23:57:15 WIB

    OECD Prediksi Ekonomi Dunia Minus 4,5 Persen Tahun Ini Akibat Dampak Covid-19

    OECD Prediksi Ekonomi Dunia Minus 4,5 Persen Tahun Ini Akibat Dampak Covid-19 HARIANHALUAN.COM - Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya mempengaruhi ekonomi Indonesia, tapi juga berdampak sangat signifikan terhadap perekonomian dunia. Bahkan, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam pros.
  • Jumat, 11 September 2020 - 17:30:25 WIB

    PSBB Total Jakarta, Tidak akan Berdampak Besar pada UMKM

    PSBB Total Jakarta, Tidak akan Berdampak Besar pada UMKM HARIANHALUAN.COM - UMKM dinilai lebih cepat recovery dan optimisme tinggi di masa sulit, termasuk menghadapi rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total di Jakarta. Rencana tersebut bahkan dinilai t.
  • Kamis, 03 September 2020 - 12:08:21 WIB

    UMKM di Sumbar Terdampak Covid-19 Dapat KUR Bunga 0%

    UMKM di Sumbar Terdampak Covid-19 Dapat KUR Bunga 0% HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan Program Subsidi Upah Peserta BPJD Ketenagakerjaan dengan Program Subsidi Upah yang ditujukan untuk karyawan yang bergaji dibawah Rp5 juta. Ada Kredit Usaha Rakyat .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]