Bertambah, Dua WNI di Singapura Positif Covid-19


Jumat, 13 Maret 2020 - 14:23:20 WIB
Bertambah, Dua WNI di Singapura Positif Covid-19 Direktur Layanan Medis Kementerian Kesehatan Singaura Kenneth Mak, Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong dan Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong saat konferensi pers, pada 13 Maret 2020. (Foto: Channelnewsasia)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Dua Warga Negara Indonesia (WNI) kembali dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Singapura. 

Mereka tercatat sebagai kasus positif Covid-19 ke 181 dan 182. Kasus 181 berjenis kelamin berusia 83 tahun dan kasus 182 WNI beusia 76 tahun berkelamin perempuan. Keduanya merupakan anggota keluarga.

"Kedua WNI tersebut tiba di Singapura tanggal 9 Maret dan dikonfirmasi positif Covid-19 pada pagi hari tangal 12 Maret. Saat ini keduanya dirawat di Gleneagles Hospital," tulis press release KBRI Singapura, dikutip dari Haluan.co (Haluan Media Group), Jumat (13/3/2020).

Dengan demikian, maka sudah tujuh orang WNi di Singapura yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona yang pertama kali mulai mewabah di Kota Wuhan, China itu.

Dari tujuh orang WNI yang terkonfirmasi virus corona tersebut, satu orang (kasus 21) dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit tanggal 18 Februari 2020 lalu.

Blokir Pendatang

Sementara dikutip dari Channelnewsasia menyebutkan, hingga Kamis (12/3/2020), hampir 25 persen dari semua kasus Covid-19 atau 47 kasus dari 187 kasus di Singapura, merupakan dari luar.

"Selama 10 hari terakhir saja, ada 23 kasus impor, atau hampir sepertiga dari semua kasus baru. Ini termasuk 13 kasus dengan sejarah perjalanan ke negara-negara Eropa dan enam kasus dari Indonesia," Menteri Kesehatan Singapura, Gan Kim Yong, Jumat (13/3/2020).

"Kami tidak bisa berpuas diri. Terlepas dari upaya terbaik kami untuk melacak kontak dan memagari kasus yang dikonfirmasi, kami masih melihat kasus baru setiap hari, dan semakin banyak kasus impor," kata Gan.

Terkait dengan itu, Singapura akan memblokir masuk atau transitnya pengunjung dengan sejarah perjalanan ke Italia, Prancis, Spanyol dan Jerman dalam 14 hari terakhir. Pembatasan itu mulai berlaku Singapura pada hari Minggu (15/3/2020) pukul 11.59 malam.

Bagi warga negara Singapura, penduduk tetap dan pemegang paspor jangka panjang yang melakukan perjalanan ke Italia, Prancis, Spanyol dan Jerman dalam 14 hari terakhir akan dikeluarkan dengan Stay-Home Notice.

Mereka yang dikeluarkan dengan pemberitahuan harus tetap di tempat tinggal mereka setiap saat selama 14 hari setelah kembali ke Singapura.

"Semua pembatasan perbatasan bersifat sementara, dan akan ditinjau secara berkala berdasarkan situasi global," kata Gan Kim Yong.

Dengan efek langsung, semua pengunjung yang memasuki Singapura dengan gejala demam atau penyakit pernapasan juga akan dikeluarkan dengan Stay-Home Notice 14 hari, terlepas dari riwayat perjalanan mereka.

Satu Lagi WNI Positif Corona di Singapura

Para pelancong seperti itu sebelumnya diharuskan untuk menjalani tes usapan COVID-19 sebelum memasuki Singapura. Jika mereka menolak untuk mengikuti tes, mereka tidak akan diizinkan masuk.

"Tes usap yang negatif pada titik tes mungkin tidak cukup jaminan karena orang yang sudah menunjukkan beberapa gejala - baik itu demam atau gejala pernapasan - mungkin hanya akan melalui tahap inkubasi virus," katanya.

"Dalam melakukan pengawasan ini, kami akan memberikan perhatian khusus ke negara-negara di mana kami telah melihat kasus impor, dan kami ingin menjadi sangat ketat tentang ini," tambahnya.

Mereka yang memenuhi definisi kasus tersangka klinis akan dibawa ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti. Singapura juga akan menghentikan panggilan pelabuhan untuk semua kapal pesiar dengan efek langsung. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM