Sebulan Pasca-Bencana Pasaman, Jembatan yang Putus Dihantam Banjir Belum Diperbaiki


Jumat, 13 Maret 2020 - 16:21:38 WIB
Sebulan Pasca-Bencana Pasaman, Jembatan yang Putus Dihantam Banjir Belum Diperbaiki Salah satu jembatan penghubung antar kampung di Pintuai, Mapattunggul Selatan ludes diterjang dahsyatnya banjir bandang, kala itu.

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM -- Bencana banjir bandang yang menerjang Nagari Muaro Seilolo di Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, telah merusak lima unit jembatan.

Lima unit jembatan itu, terdiri atas jembatan Sungai Riyeh Jorong Seilolo, jembatan Batang Timbulan di Rotan Getah, serta tiga unit jembatan lagi di wilayah Jorong Pintuai.

Camat Mapattunggul Selatan, Firsya Edwis membenarkan bahwa lima unit jembatan di Nagari Muaro Seilolo, rusak parah akibat dihantam banjir bandang pada 15 Februari lalu.

"Jembatan rusak itu sudah didata oleh pihak Dinas PUPR Pasaman, beberapa waktu lalu. Hingga kini belum ada kejelasan kapan akan diperbaiki kembali," ungkap Firsya Edwis, di Lubuksikaping, Jumat (13/3).

Sementara salah seorang warga Mapattunggul Selatan, Hendra, mengatakan, jembatan rusak itu cukup vital kegunaannya bagi masyarakat setempat. Kondisi ini membuat warga setempat terpaksa melintasi sungai jika hendak pergi berbelanja ke pasar maupun ke ladang.

"Saat ini, kami (warga) terpaksa melintasi badan sungai dengan penuh resiko. Kalau mau ke pasar, ke sekolah atau pergi ke ladang, yah mau tidak mau harus lewat badan sungai," ujarnya.

Sama halnya dengan jembatan gantung di Lubuk Aro, Nagari Padang Mentinggi Utara, Kecamatan Rao, hingga saat ini belum diperbaiki sejak rusak dihantam banjir tahun 2018 lalu.

Padahal, jembatan gantung tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat setempat menuju ladang dan sawah mereka diseberang sungai Batang Sibinail itu.

"Belum jelas, kapan akan diperbaiki. Statusnya juga sudah didata. Di Musrenbang kemarin, juga sudah dibahas tentang jembatan itu," ujar Pj Walinagari Padang Mentinggi Utara, M Yamin.

Untuk bisa mengakses ladang dan sawah mereka, kata dia, warga membuatkan jembatan darurat dari batang kelapa. Namun, jembatan darurat buatan warga itu riskan untuk dilalui.

"Sebenarnya tidak aman, tapi warga nekat, mau gimana lagi. Sementara diseberang sana ada mata pencaharian mereka. Ladangnya disana, sawahnya juga disana," tukasnya.

Masyarakat di dua kecamatan itu pun berharap, agar pemerintah daerah segera memperbaiki jembatan rusak di wilayahnya masing-masing agar aktivitas warga tidak terganggu serta ekonomi masyarakat tetap menggeliat.

"Kami sangat berharap jembatan rusak yang dihantam banjir ini dapat diperbaiki, untuk menunjang berbagai aktivitas bagi masyarakat," pungkas warga. (*)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM