LIPI soal Status Pademi: Sampel Corona di RI Masih Terbatas


Jumat, 13 Maret 2020 - 21:19:17 WIB
LIPI soal Status Pademi: Sampel Corona di RI Masih Terbatas ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Cakupan pengambilan (sampling) uji coba sampel virus corona SARS-CoV-2 Indonesia disebut masih terbatas apabila dibandingkan dengan negara lain yang memiliki jumlah pintu masuk negara dan jumlah penduduk yang lebih sedikit.

Pernyataan tersebut menyusul virus corona yang sudah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi.

Peneliti bidang mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra mengatakan saat ini cakupan uji coba sampel baru di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).


"Jangkauan sampling untuk pengujian corona kita juga masih terbatas jika dibandingkan dengan negara tetangga yang justru jumlah penduduk dan jumlah pintu masuk negara yang lebih sedikit," kata Sugiyono dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (12/3).

Menanggapi kesiapan negara menghadapi virus corona sebagai pandemi, Sugiyono mengatakan pemerintah tidak mengantisipasi virus tersebut dari awal mewabah.

Terpisah, Wakil Kepala Eijkman Herawati Sudoyo menyatakan Indonesia tidak siap jika virus corona yang menyebabkan SARS-CoV-2 menjadi pandemi.

Hera menuturkan ketidaksiapan Indonesia salah satunya ditandai dari belum mampu menerapkan komunikasi risiko. Dia berkata informasi perihal SARS-CoV-2 yang sebenarnya terjadi saat ini tidak dikemukakan dengan baik.

"Dengan ditemukannya transmisi lokal, sebetulnya itu menandakan bahwa SARS-CoV-2 sudah ada di komunitas kita dan itu merupakan hal yang tidak terantisipasi dari awal. Kemungkinan masih ada kasus-kasus yang luput dari deteksi," tutur Sugiyono. 

Sugiyono berharap pemerintah diharapkan bisa meningkatkan jumlah laboratorium pengujian sampel corona. Peningkatan kuantitas dilakukan untuk mempersiapkan langkah mitigasi menghadapi virus corona.

Peningkatan kuantitas dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan laboratorium di berbagai daerah yang memiliki kapasitas pengujian virus corona. 

Ia mengatakan saat ini pengujian sampel hanya dilakukan oleh laboratorium Biosafety Level (BSL) milik Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan.

Padahal banyak institusi yang memiliki laborarorium BSL, salah satunya adalah Universtias Airlangga.

"Pengujian lain di daerah perlu diberdayakan, tentunya setelah ada penyeragaman metodologi pengujian. Sehingga berapa pun sampel yang masuk bisa diuji semuanya. Jangkauan sampel di berbagai daerah, terutama pintu masuk negara," kata Sugiyono.

Pemberdayaan laboratorium selain milik Balitbangkes dilakukan untuk menghindari alasan keterbatasan alat pengujian maupun dana. Peningkatan kapasitas laboratorium ini membuat pemerintah bisa melakukan pendeteksian dini virus corona dengan cakupan wilayah yang luas.

"Pendeteksian sedini mungkin dengan jangkauan yang lebih luas memungkinkan kita untuk menyusun strategi mitigasi penyebaran corona," ujar Sugiyono.

Lebih lanjut, Sugiyono juga menyarankan agar pemerintah meninjau ulang insentif pariwisata di tengah mewabahnya corona. Sebab Indonesia semakin berpotensi kedatangan wisatawan pengidap corona.

"Pasalnya semakin banyak pergerakan manusia,semakin cepat pula penyebaran penyakit corona. Banyak negara yang sudah membatasi perjalanan dan itu memang salah satu strategi untuk mitigasi corona," kata Sugiyono. (h/*)

 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 29 Desember 2019 - 09:16:38 WIB

    Ganas!!! Sudah 4 Orang Tewas Diterkam Harimau di Sumsel, Begini Penjelasan LIPI

    Ganas!!! Sudah 4 Orang Tewas Diterkam Harimau di Sumsel, Begini Penjelasan LIPI JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Harimau di Sumatera Selatan (Sumsel) bertindak agresif menyerang manusia hingga menyebabkan 4 orang tewas selama Desember ini. LIPI mempunyai analisis sendiri tentang kemungkinan pemicu harimau di .
  • Jumat, 26 Agustus 2016 - 03:51:21 WIB

    Indonesia Desak Pemerintah Filipina Pindahkan 177 Calhaj Yang Ditahan

    JAKARTA, HALUAN—In­do­nesia mendesak pemerintah Filipina untuk memindahkan 177 warganya yang calon haji yang ditahan di Pusat Detensi Imigrasi ke KBRI Manila..
  • Rabu, 20 April 2016 - 03:01:35 WIB
    Cegah Aksi Pembajakan

    Kapal Indonesia di Sekitar Perairan Filipina Dikawal

    JAKARTA, HALUAN — Aksi penyenderaan 14 WNI oleh kelompok militan Abu Sayyaf membuat Indonesia lebih waspada. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan untuk melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal Indonesia yang bera.
  • Senin, 18 April 2016 - 03:16:26 WIB

    WNI Diculik di Perairan Fhilipina

    JAKARTA, HALUAN — Warga Negara Indonesia (WNI) kem­bali menjadi korban penculikan di perairan Fhilipina. Me­nang­gapi hal tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan korps TNI siap melakukan tindakan t.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM