Survei IPO: Tito Karnavian Berpotensi Jadi Kuda Hitam di 2024


Jumat, 13 Maret 2020 - 22:20:37 WIB
Survei IPO: Tito Karnavian Berpotensi Jadi Kuda Hitam di 2024 Diskusi bertajuk Political Outlook 2024: Regenerasi Elite Politik Nasional Indonesia Masa Depan di d'consulate, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020). Foto/SINDOnews/Abdul Rochim

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian disebut-sebut berpotensi menjadi kuda hitam dalam Pilpres 2024 mendatang.

Nama mantan Kapolri tersebut masuk sebagai salah satu tokoh baru hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) bersama sejumlah nama lain seperti Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Puan Maharani, Tri Rismaharini, Airlangga Hartarto, Khofifah Indar Parawansa, Zulkifli Hasan, dan Gatot Nurmantyo.

Dalam kategori Tokoh Potensial Lintas Sektor, dia masuk kategori calon wakil presiden (cawapres) potensial sebesar 64,3% dan untuk potensi calon presiden 13,9%.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan, Tito Karnavian merupakan tokoh yang juga menarik perhatian dan berpotensi menjadi kuda hitam.

Menurut Dedi, saat pertama kali dianggat menjadi menteri, Tito termasuk yang tidak cukup dipercaya publik, namun setelah 100 hari kerja posisinya melejit ke empat besar bahkan melampaui Prabowo yang berada di posisi kelima.

"Saya tertariknya Pak Tito ini muncul secara drastis. Ini termasuk yang mengejutkan. Kami berharap 2024 muncul tokoh-tokoh besar yang memiliki komitmen dalam memajukan negara kita," kata Dedi saat diskusi bertajuk Political Outlook 2024: Regenerasi Elite Politik Nasional Indonesia Masa Depan di d'consulate, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Menurut Dedi, dalam deretan tokoh-tokoh baru, Tito dinilai sebagai sosok yang minim catatan negatif. Dia membandingkan dengan seperti Anies Baswedan yang dinilai publik sebagai replikasi atau tokoh penerus Prabowo Subianto. Selain itu, berbagai kebijakan yang dikeluarkan Anies di DKI Jakarta juga banyak mendapatkan penilakan.

"Anies memiliki potensi hatter tinggi, itu menjadi persoalan. Sementara tokoh lain seperti Ganjar Pranowo, dia harus bertarung dulu di partainya. Ridwan Kamil juga punya citra buruk dalam komitmen ke parpol. PKS saja barang kali sedikit 'jutek' ke Ridwan Kamil," katanya.

Survei IPO tersebut dilakukan pada Januari 2020 di 27 provinsi dengan jumlah responden 1.600 dengan sampling error 4,5% dan tingkat akurasi data 97%.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, sebuah penelitian yang dilakukan dengan metodologi yang benar memang bisa menggambarkan suara publik saat ini. Namun, kemungkinan besar masih banyak perubahan perubahan.

"Seperti Prabowo dikatakan di situ kalau dia maju lagi, masyarakat mengatakan akan kalah, belum tentu kalah. Menurut saya Pak Prabowo masih punya kans besar untuk memenangkan pilpres di depan kalau yang dilawan hanya tokoh-tokoh seperti itu. Berbeda kalau muncul orang seperti Joko Widodo lagi," katanya.

Menurut Arief, orang yang mempunyai karakter seperti Joko Widodo akan sulit Prabowo mengalahkannya. Yang dimaksud Arief adalah tokoh yang muncul dari bawah. "Kalau dalam istilah Jawa-nya itu muncul satrio piningit, munculnya itu dari bocah angon, Prabowo susah ngalahin itu," katanya.

Menurutnya, kriteria bocah angon itu dalam tatanan Jawa adalah seorang titisan raja, tetapi masyarakat tidak pernah tahu siapa dia. "Tetapi dia membumi dengan rakyat, dia mencium dengan bau keringat rakyat, dia pernah bermain sepak bola bupak di sawah, dia pernah ngangon sapi, dia pernah mencuri mangga, dia pernah punya sekumpulan kawan-kawan di kampung, itu tanda tanda seorang bocah angon," urainya. (h/*)


 

 Sumber : sindonews /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 23 Februari 2020 - 23:29:57 WIB

    Capres 2024 Versi Survei:  Prabowo, Anies, Sandiaga Calon Kuat

    Capres 2024 Versi Survei:  Prabowo, Anies, Sandiaga Calon Kuat JAKARTA,HARIANHALUAN.COM-Pemilu presiden 2024 masih lama, meski demikian sejumlah lembaga survei mulai menghitung elektabilitas tokoh-tokoh yang berpotensi maju dalam kontestasi tersebut. Lembaga survei Indo Barometer mempred.
  • Sabtu, 20 April 2019 - 18:03:43 WIB

    Yusril Ihza Mahendra Tidak Percaya Quick Count  Lembaga Survei 

    Yusril Ihza Mahendra Tidak  Percaya Quick Count  Lembaga Survei  JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Ketua Umum Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra meminta seluruh kader tidak terpengaruh dengan hasil quick count atau hitung cepat dari lembaga survei. .
  • Jumat, 19 April 2019 - 01:20:13 WIB

    Sejumlah Lembaga Survei Dilaporkan ke Bareskrim

    Sejumlah Lembaga Survei Dilaporkan ke Bareskrim JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah lembaga survei dilaporkan ke Bareskrim Polri karena mengumumkan hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019. Lembaga survei ini dipolisikan terkait dugaan tindak pidana kebohongan pub.
  • Senin, 15 April 2019 - 22:22:37 WIB

    Lembaga Survei Jangan Manipulasi Pelaksanaan Quick Count Pemilu 2019

    Lembaga Survei Jangan Manipulasi Pelaksanaan Quick Count Pemilu 2019  JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Perserikatan Wartawan Independen Pro Demokrasi (PWI-PD) mengingatkan media massa atau atau lembaga survei yang melakukan kegiatan quick count atau kegiatan h.
  • Kamis, 11 April 2019 - 23:45:21 WIB

    Survei Polmark Membuktikan, Politik Uang Tidak Efektif

    PADANG,HARIANHALUAN.COM -- Politisi yang masih menggunakan politik uang untuk mencari suara, harus dapat menimbang ulang keefektifan dari cara ini. Saat ini, politik uang  bukan cara yang efektif untuk menarik perhatian atau.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM