Jangan Klik Pesan Email Ini atau Uang Anda Raib Dirampas


Sabtu, 14 Maret 2020 - 00:22:44 WIB
Jangan Klik Pesan Email Ini atau Uang Anda Raib Dirampas ilustrasi email

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Para kelompok penjahat siber terus mencari celah atas kepanikan masyarakat dunia, terhadap penyebaran virus corona (Covid-19).

Salah satu kampanye spam terbaru adalah peniruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Para pengguna menerima email yang diduga dari WHO, dan kemudian berisikan informasi tentang langkah-langkah keamanan untuk menghindari infeksi.

Setelah pengguna mengklik tautan yang disematkan dalam email, mereka akan diarahkan ke situs web phishing dan diminta untuk berbagi informasi pribadi, sehingga akan berakhir di tangan para perilaku kejahatan siber.

Penipuan ini, menurut para ahli Kaspersky terlihat lebih realistis dibandingkan contoh kasus lain yang diteliti seperti dugaan sumbangan dari Bank Dunia atau IMF bagi yang membutuhkan pinjaman.

Teknologi deteksi Kaspersky juga menemukan file berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen yang terkait dengan virus. File-file berbahaya itu ditutup dengan kedok file pdf, mp4 dan docx tentang virus corona. 

Nama-nama file menyiratkan bahwa mereka berisi instruksi video tentang cara melindungi diri dari virus, pembaruan pada ancaman dan bahkan prosedur deteksi virus, yang sebenarnya tidak demikian.

Bahkan, file-file ini berisi berbagai ancaman, dari Trojan ke worm, yang mampu menghancurkan, memblokir, memodifikasi atau menyalin data, serta mengganggu pengoperasian komputer atau jaringan komputer.

Beberapa file berbahaya tersebar melalui email. Misalnya, file Excel yang didistribusikan melalui email dengan kedok daftar korban virus korona yang diduga dikirim dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada kenyataannya, ini adalah Trojan-Downloader, yang diam-diam mengunduh dan menginstal file berbahaya lainnya.

File kedua ini adalah Trojan-Spy yang dirancang untuk mengumpulkan berbagai data, termasuk kata sandi, dari perangkat yang terinfeksi dan mengirimkannya ke para pelaku kejahatan siber.

"Sementara para ahli medis bergegas menemukan obat penawar terhadap virus korona, jelas bahwa para pelaku kejahatan siber sama-sama sibuk mencoba teknik dan taktik baru untuk menghasilkan uang pada organisasi dan individu dengan memanfaatkan kepanikan publik atas epidemi saat ini."

"Deteksi kami di wilayah APAC hanyalah awal seperti tip of the iceberg. Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang tetapi pada saat yang sama juga berhati-hati," komentar Stephan Neumeier, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky pada Jumat 13 Maret 2020.

Di wilayah Asia Pasifik sendiri, Kaspersky telah mendeteksi 93 malware terkait virus korona di Bangladesh, 53 di Filipina, 40 di Cina, 23 di Vietnam, 22 di India dan 20 di Malaysia. Deteksi satu digit dipantau di Singapura, Jepang, Indonesia, Hong Kong, Myanmar dan Thailand.

"Kami akan mendorong perusahaan untuk sangat waspada saat ini, dan memastikan karyawan yang bekerja di rumah tetap berhati-hati."

"Perusahaan harus berkomunikasi dengan jelas dengan karyawan agar memastikan mereka mengetahui risiko, dan melakukan berbagai cara untuk mengamankan akses jarak jauh bagi mereka yang terisolasi atau bekerja dari rumah," komentar David Emm, peneliti keamanan utama, Kaspersky.

"Adalah sebuah fakta bahwa sekali sebuah perangkat berada di luar infrastruktur jaringan perusahaan dan terhubung ke WIFI dan jaringan baru, maka risiko keamanan informasi perusahaan pun meningkat."

"Sudah saatnya kita tidak hanya meningkatkan kekebalan fisik namun juga keamanan jaringan kita terhadap serangan yang merusak ini," tutup Neumeier. (*)

 Sumber : Haluan Media Group /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM