DPR Sebut Opsi Lockdown Perlu Dipertimbangkan


Sabtu, 14 Maret 2020 - 12:47:38 WIB
DPR Sebut Opsi Lockdown Perlu Dipertimbangkan Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan meminta pemerintah mempertimbangkan opsi lockdown usai WHO meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan darurat nasional terkait virus Corona. Namun, Jokowi diminta tetap mempertimbangkan kesiapan masyarakat agar tidak timbul kepanikan.

"Tentu itu semua (lockdown) perlu dipertimbangkan ya, karena ini sudah bahaya global ya. Cuma maksudnya Presiden Jokowi juga harus melihat kesiapan masyarakat kita. Jangan sampai panic buying juga tinggi," kata Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh saat dihubungi, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga : Pekan Depan, Kemendagri Panggil Ulang Sandi Damkar 'Pembongkar Korupsi'

Ninik, sapaan akrabnya, meminta Jokowi mempertimbangkan kultur masyarakat Indonesia yang komunal. Selain itu, menurutnya, perlu diperkirakan juga berapa lama lockdown akan diberlakukan.

"Ke dua, sampai berapa lama targetnya untuk lockdown itu. Kalau mereka melakukan lockdown, oke dua minggu, dalam dua minggu menemukan obatnya atau harus melakukan ini-ini, itu langkahnya apa. Nah itu yang saya melihat belum ada. Jadi jangan hanya sekadar lockdown, tapi juga harus sisi antisipasi yang jelas, langkah-langkahnya seperti apa harus jelas," ujar Ninik.

Baca Juga : Gaji Karyawan Pertamina Tertinggi dari Semua BUMN di Indonesia, Benarkah?

Menurut Ninik, perlu ada kesiapan dan sosialisasi yang masih dari pemerintah sebelum lockdown diberlakukan. Selain itu, Ninik mengatakan pemerintah perlu memberikan informasi yang jelas dan terbuka terkait virus Corona ini.

"Itu kan harus disampaikan kepada masyarakat juga bagaimana ini bisa sembuh, sehingga ini masyarakat itu tahu bahwa virus ini penyebarannya seperti ini, kalau terkena seperti ini, penyembuhannya seperti ini. Jadi jangan hanya diisolasi, tapi tidak tahu solusinya seperti apa dan tidak tahu apapun soal ini bentuk virus seperti apa sih," ujar politikus PKB itu.(*)

Baca Juga : BPOM Tetap tak Restui Vaksin Nusantara, Ternyata Ini Penyebabnya

Editor : NOVA | Sumber : detik.com

BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]