Corona 'Makan Tumbal'! Ratusan Hewan di Pasar Depok Solo Ini Dibakar


Sabtu, 14 Maret 2020 - 15:54:32 WIB
Corona 'Makan Tumbal'! Ratusan Hewan di Pasar Depok Solo Ini Dibakar Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memusnahkan ratusan kelelawar jenis kalong dan codot di Pasar Binatang Peliharaan Depok, Sabtu (14/3). Mamalia terbang itu dikhawatirkan menjadi binatang pembawa (vector) virus corona COVID-19.

Plt Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan-KPP) Solo, Said Romadhon, mengatakan sebelum pemusnahan Pemerintah Kota Solo telah mendata jumlah kelelawar yang diperdagangkan di pasar hewan peliharaan itu.

"Dari Rabu (11/3) kemarin kami juga sudah memberi pemahaman kepada pedagang kalong dan codot itu bahwa harus dimusnahkan dan pedagang juga paham," katanya di sela pemusnahan.

Sebelum dimusnahkan, kalong dan codot itu dibius hingga tidak sadar. Setidaknya ada 193 kalong dan codot yang dimusnahkan di lahan kosong di Utara Pasar Depok.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dispertan-KPP Solo, Evi Nurwulandari menambahkan kelelawar dan codot di Pasar Depok telah diuji oleh Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor sejak merebaknya wabah COVID-19 di Wuhan akhir 2019 lalu.

Hasilnya kelelawar di Pasar Depok dinyatakan positif mengandung virus betacoronavirus. Meski sejenis, betacoronavirus ini hanya memiliki sedikit kesamaan dengan SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

"Tapi kelelawar itu binatang yg unik di mana di dalamnya ditemukan virus-virus lain yang dimungkinkan terjadi mutasi karena dijual di pasar hewan. Mutasinya bisa menular ke manusia atau binatang lain," katanya.

Pasar Depok sejak lama dikenal memperdagangkan berbagai jenis binatang peliharaan. Termasuk kelelawar jenis kalong dan codot.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Depok, Suwarjono mengatakan kalong dan codot biasa dijual untuk dikonsumsi sebagai jamu.

"Namanya sugesti ya. Katanya bisa menyembuhkan asma dan sesak nafas. Tapi secara medis kita tidak tahu," katanya.

Kelelawar di Depok dijual hidup dengan harga Rp70 ribu - Rp100 ribu dalam keadaan hidup.

"Tapi kalau mau dimasakkan sekalian, tinggal makan, bisa sampai Rp 150 ribu," katanya.

Menurutnya, di Pasar Depok ada lima pedagang yang menjual kelelawar. Namun sejak wabah coronavirus merebak akhir 2019 lalu, penjualan merosot drastis sehingga dua pedagang beralih ke komoditas lain.

"Yang tiga ini katanya setelah ini juga akan jualan binatang lain. Tidak jualan kelelawar lagi," katanya.(*)
 

loading...
 Sumber : cnnindonesia /  Editor : NOVA
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 08 Agustus 2020 - 10:02:31 WIB

    Pandemi Corona, Telkom Masih Bisa Untung Besar

    Pandemi Corona, Telkom Masih Bisa Untung Besar HARIANHALUAN.COM - Berdasarkan laporan keuangan semester I/2020 yang dipublikasikan Jumat (7/8/2020), Telkom Indonesia ternyata masih bisa mengantongi pendapatan Rp66,85 triliun per 30 Juni 2020. Realisasi itu turun 3,58 pers.
  • Ahad, 02 Agustus 2020 - 07:40:34 WIB

    Jika Corona Tak Juga Melandai September, Ini Dampaknya

    Jika Corona Tak Juga Melandai September, Ini Dampaknya HARIANHALUAN.COM - Ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal Hastiadi memprediksi ekonomi sepanjang 2020 akan tumbuh negatif di kisaran -0,8 persen sampai -0,2 persen jika kasus positif virus corona (Covid-19) tak .
  • Jumat, 31 Juli 2020 - 19:02:01 WIB

    Gegara Corona, Maskapai Ternama Ini Rugi Rp 19,1 T

    Gegara Corona, Maskapai Ternama Ini Rugi Rp 19,1 T HARIANHALUAN.COM - Pandemi global virus corona (Covid-19) kembali memakan korban dalam industri penerbangan. Kali ini maskapai Air Canada melaporkan kerugian bersih untuk kuartal kedua pada Jumat (31/7/2020)..
  • Kamis, 30 Juli 2020 - 23:11:06 WIB

    Ternyata Pandemi Corona Punya Sisi Positif Menurut Erick Thohir

    Ternyata Pandemi Corona Punya Sisi Positif Menurut Erick Thohir HARIANHALUAN.COM - Menteri BUMN Erick Thohir menilai pandemi Corona (COVID-19) dari sudut pandang yang positif, bisa mendorong negara menjadi lebih inovatif..
  • Kamis, 30 Juli 2020 - 22:54:23 WIB

    4 Negara Maju Ini Terperosok ke Jurang Resesi Lebih Awal Gegara Corona

    4 Negara Maju Ini Terperosok ke Jurang Resesi Lebih Awal Gegara Corona HARIANHALUAN.COM - Beberapa negara maju seperti Jerman, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura sudah terperosok lebih awal memasuki jurang resesi. .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]