Pak Jokowi, Rasio Kematian Covid-19 RI Terburuk Keempat Dunia


Ahad, 15 Maret 2020 - 19:40:17 WIB
Pak Jokowi, Rasio Kematian Covid-19 RI Terburuk Keempat Dunia Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Temuan pengidap virus corona (Covid-19) di Indonesia terus bertambah, dan sejauh ini merenggut nyawa lima orang. Meski temuan tersebut hanya 0,07% dunia, atau 111 pasien, tetapi angka kematiannya (fatality rate) terburuk yang keempat.

"Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (15/3/2020).

Kasus baru tersebut tersebar di Jakarta dengan jumlah 19 kasus, sedangkan dua kasus lainnya di Jawa Tengah. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi masuk ke dalam perhitungan temuan kasus yang baru itu. Sementara itu, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 berjumlah lima orang dan delapan orang sembuh.

Mengacu pada data John Hopkins University, saat ini jumlah pasien yang terkonfirmasi virus corona di seluruh dunia telah mencapai 156.296 orang, yang tersebar di 142 negara. Artinya, tiga perempat atau 72,8% dari total 195 entitas negara di dunia sudah melaporkan adanya Covid-19.

Dengan tambahan 21 pasien, maka jumlah pasien corona di Indonesia pun sama dengan Filipina, menjadikan posisi Indonesia naik ke peringkat 35 dunia. Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat ke-42, dari total 142 negara di dunia yang mengonfirmasi adanya infeksi virus ini di wilayahnya.

Namun, jika kita bicara mengenai angka kematian, maka kasus corona di Indonesia terhitung memprihatinkan. Ini karena perbandingan angka kematiannya masih terhitung tinggi jika dibandingkan dengan total kasus yang terkonfirmasi. Rasio kematian akibat Covid-19 di Indonesia mencapai 4,3% atau lebih tinggi dari China yang "hanya" 2,8%.

Jika dibandingkan dengan negara lain di seluruh dunia, maka rasio kematian Covid-19 di Indonesia berada di posisi keempat setelah Filipina (7,2%), Italia (6,8%), dan Iran (4,8%). Ini perlu perhatian serius pemerintah karena menunjukkan bahwa perawatan terhadap pasien Covid-19 di Indonesia tidak sesukses di negara-negara lain.

Sebaliknya, rasio kesembuhan di Indonesia hanya 6,8%, jauh dibandingkan dengan Italia (9,3%), Iran (23,2%) dan China (82,7%). Rasio kesembuhan dari kasus Covid-19 di dunia mencapai 47,4% yang mengindikasikan bahwa separuh dari penderita infeksi Covid-19 berhasil sembuh dengan tanpa obat khusus.

Terburuk Kedua di Asia Tenggara

Di Asia Tenggara, hanya Indonesia dan Filipina yang melaporkan adanya korban jiwa akibat wabah Covid-19. Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei hingga Kamboja yang melaporkan adanya kasus Covid-19 tidak memiliki korban jiwa. Padahal, jumlah pasien Covid-19 di Malaysia dan Singapura dua kali lebih banyak dari Indonesia yakni 238 dan 212 orang.

Hanya saja, kita harus mencatat bahwa rasio tersebut masih bisa berubah. Rasio kematian akibat Covid-19 di Indonesia bisa jadi lebih kecil dari yang terlihat, karena ada dugaan jumlah pasien yang belum terkonfirmasi lebih besar dari sekarang. Dengan demikian, angka pembaginya kemungkinan bisa lebih besar lagi sehingga rasio kematian mengecil.

Sebagaimana diketahui, masa inkubasi virus ini berkisar antara 7 hingga 14 hari, sehingga mereka yang sudah terpapar virus corona bisa jadi belum terdata karena faktor ketidaktahuan dan keterbatasan fasilitas pemeriksaan di Indonesia.

Di sisi lain, penghitungan rasio kematian ini juga belum memperhitungkan periode rata-rata jatuhnya korban jiwa sejak konfirmasi pertama keberadaan virus di sebuah negara. Angka rasio kematian Covid-19 di Indonesia lebih besar dibandingkan dengan China karena rentang waktu jatuhnya korban jiwa yang pendek (sejak 2 Maret 2020), dibandingkan di China yang lebih panjang (sejak 31 Desember 2019).

Rasio kematian di periode awal konfirmasi kasus memang biasanya lebih tinggi, dan kemudian menurun pada hari-hari berikutnya ketika penyebaran virus kian terkendali dan perawatan berjalan dengan baik. China berhasil melakukannya dengan membangun rumah sakit berdaya tampung 1.000 pasien dalam 10 hari dan menutup akses keluar-masuk kota (lockdown).

Bisakah Indonesia meniru kisah sukses China tersebut? (h/*)

 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM