Corona Makin Ganas! Satu Perawat Berstatus Suspect Meninggal Dunia


Ahad, 15 Maret 2020 - 19:44:33 WIB
Corona Makin Ganas! Satu Perawat Berstatus Suspect Meninggal Dunia Ilustrasi

BEKASI, HARIANHALUAN.COM - Warga asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat di salah satu rumah sakit besar di Jakarta meninggal dunia. Sebelumnya, perempuan berusia 37 tahun yang berprofesi sebagai perawat ini dinyatakan suspect covid-19 atau virus corona dan telah menjalani perawatan.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, perawat itu dikategorikan sebagai suspect karena pekerjaannya yang rentan dengan orang sakit. Sedangkan, hasil laboratorium tentang sang perawat belum didapat.

"Sampai detik ini kami belum dapat hasil laboratorium dari Balitbangkes Kementerian Kesehatan, jadi kami tidak bisa mengatakan itu positif atau negatif," katanya, Minggu (15/3/2020).

Ia menjelaskan, sebelum meninggal perawat itu sakit kemudian dan dinyatakan suspect corona dan dalam pengawasan. Alam menjelaskan, perawat itu sebelumnya telah dirawat selama tiga hari di rumah sakit tempat dia bekerja. Kemudian dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

"Dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso belum sampai 24 jam kemudian meninggal," ungkapnya.

Alam mengatakan, tidak ada isolasi wilayah pasca-meninggalnya pasien suspect corona tersebut. Keluarga korban juga sudah melakukan proses karantina mandiri.

"Tidak ada isolasi secara sewilayah. Keluarga mereka berdiam diri di rumah. Kami pantau keluarga yang kontak dengan beliau," katanya lagi.(*)

************************

Duh! Siswa Bingung dengan Belajar Jarak Jauh

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah siswa mengaku kebingungan dengan penerapan pembelajaran jarak jauh oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai imbas dari penutupan sekolah demi mencegah penyebaran virus corona.

Anies belum mengumumkan program belajar jarak jauh yang ia maksud. Namun menurut sejumlah siswa, belajar jarak jauh akan mempersulit konsultasi dengan guru.

"Kalau konsultasi ke guru susah. Kalau mau tanya langsung tidak bisa. Misalnya tidak paham, jadi tidak bisa bertanya sama gurunya," kata siswa kelas 12 IPA di SMA 31, Rendy Feliando, saat ditemui di bilangan Jatinegara, Jakarta, Sabtu (14/3).

Terpisah, Siswa kelas 12 IPA di SMA 80, Fina Tanjung, mengatakan saat ini para siswa belum memahami mekanisme belajar mengajar jarak jauh.

"Belajar dari rumah itu menurut saya akan sulit menangkap ajaran dari guru, apalagi dengan mata pelajaran yang berkaitan dengan angka dan rumus," kata Fina.

Fina mengatakan proses belajar mengajar jarak jauh ini malah akan berdampak pada penurunan nilai para siswa.

"Kurang efektif kalau belajar dari jarak jauh atau teleconference, soalnya kalau banyak hitungan, angka, dan rumus pasti akan jadi bingung menghitungnya," kata Fina.

Rendy dan Fina angkat suara setelah Anies mengumumkan penutupan seluruh sekolah di DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai gantinya, Anies akan mengumumkan program belajar jarak jauh yang bakal berlaku selama dua pekan ke depan.

Anies juga menyerukan agar tempat-tempat belajar informal seperti kursus mengambil sikap serupa, yaitu mengubah proses belajar mengajar menjadi dari jarak jauh. (*)

 Sumber : suara.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM