Begini Cara Mengurus Jenazah Hingga Memakamkan Pasien Corona


Ahad, 15 Maret 2020 - 20:16:16 WIB
Begini Cara Mengurus Jenazah Hingga Memakamkan Pasien Corona Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pemerintah menyatakan pasien positif korona atau Covid-19 di Indonesia, per Minggu 14 Maret 2020 sore sudah mencapai 117 orang, dan beberapa di antaranya meninggal dunia. Lantas bagaimana mengurus jenazah tersebut?

Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan bahwa jenazah pasien positif korona akan diurus oleh tim medis dari rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk resmi oleh pemerintah.

Pemakaman dapat dilakukan oleh pihak keluarga atau pihak lain setelah mendapat petunjuk dari rumah sakit rujukan.

"Petugas pemakaman tersebut harus memakai alat pelindung diri untuk petugas kesehatan, semacam jas hujan plastik, kemudian dimusnahkan selesai pemakaman," ujar Facrul Razi seperti dikutip dari laman resmi Kemenag RI, Minggu (15/3/2020).

"Untuk jenazah muslim/muslimah, pengurusan jenazah tetap memperhatikan ketentuan syariah yang mungkin dilakukan, dan menyesuaikan dengan tata-cara sesuai petunjuk rumah sakit rujukan," lanjut mantan Wakil Panglima ABRI itu.

Untuk pelaksanaan salat jenazah, Menag menganjurkan agar dilakukan di rumah sakit rujukan. Jika tidak, maka salat jenazah bisa dilakukan di masjid yang sudah dilakukan proses pemeriksaan sanitasi secara menyeluruh. Salat pun dilakukan tanpa menyentuh jenazah.

"Kemenag akan segera membuat Posko Corona/Covid 19 untuk menjawab keluhan-keluhan dari lapangan, sekaligus mengintensifkan komunikasi dengan Posko RS rujukan," ujar Menag.korona

Adapun terkait teknis mengurus jenazah, Menag meminta petugas mengikuti petunjuk sebagai berikut:

Pertama, sebelum memandikan/semayamkan jenazah, petugas perlu melindungi diri dengan memastikan keamanan dan kebersihan dirinya terlebih dahulu. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan masker. Semua komponen pakaian pelindung harus disimpan di tempat yang terpisah dari pakaian biasa.

2. Tidak makan, minum, merokok, maupun menyentuh wajah saat berada di ruang penyimpanan jenazah, autopsi, dan area untuk melihat jenazah.

3. Menghindari kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh jenazah.

4.Selalu mencuci tangan dengan sabun atau sanitizer berbahan alkohol. Jika memiliki luka, menutupnya dengan plester atau perban tahan air.

5. Sebisa mungkin, mengurangi risiko terluka akibat benda tajam.

Ke dua, apabila petugas terkena darah atau cairan tubuh jenazah, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Jika petugas mengalami luka tertusuk yang cukup dalam, segera bersihkan luka dengan air mengalir.

2. Jika luka tusuk tergolong kecil, cukup biarkan darah keluar dengan sendirinya.

3. Semua insiden yang terjadi saat menangani jenazah harus dilaporkan kepada pengawas.


Ke tiga, perawatan jenazah ketika terjadi wabah penyakit menular umumnya juga melibatkan desinfeksi. Desinfeksi biasanya dilakukan dengan menyemprotkan cairan klorin pada jenazah serta petugas medis yang akan menangani jenazah.

Namun, desinfeksi saja tidak cukup untuk menghalau penyakit infeksi. Petugas medis tetap harus menggunakan pakaian dan alat pelindung, sering mencuci tangan, serta mandi dengan sabun khusus setelah menangani jenazah.

Ke empat, pengurusan jenazah dengan penyakit menular biasanya diakhiri dengan penguburan atau kremasi, tergantung kondisi. Apabila jenazah dikubur, lokasi penguburan harus berjarak setidaknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum. Lokasi penguburan juga harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman terdekat.

Ke lima, jenazah harus dikubur setidaknya pada kedalaman 1,5 meter, lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Tanah perkuburan pun harus diurus dengan hati-hati. Jika terdapat jenazah lain yang hendak dikubur, jenazah tersebut sebaiknya dikubur di area terpisah.

Ke enam, bila keluarga ingin jenazah dikremasi, lokasi kremasi setidaknya harus berjarak 500 meter dari pemukiman terdekat. Kremasi sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa jenazah sekaligus untuk mengurangi polusi asap.

Ke tujuh, setelah seluruh prosedur perawatan dilakukan, semua bahan, zat kimia, ataupun benda lainnya yang tergolong limbah klinis harus dibuang di tempat yang aman. Desinfeksi pun dilakukan kembali pada petugas medis dan semua barang yang digunakan dalam perawatan jenazah.

Ke delapan, perawatan jenazah dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular. Namun, selama dilakukan sesuai prosedur keamanan dan kebersihan, perawatan jenazah justru dapat membantu mencegah penularan penyakit lebih lanjut.(*)

 Sumber : okezone /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 10 April 2020 - 12:00:48 WIB

    Begini Risiko Karantina Wilayah Menurut Pakar: Corona Gelombang Kedua Muncul!

    Begini Risiko Karantina Wilayah Menurut Pakar: Corona Gelombang Kedua Muncul! JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Bila karantina wilayah diterapkan, angka kematian kasus positif COVID-19 diprediksi bakal rendah. Ternyata strategi untuk menanggulangi virus Corona ini punya risiko. Angka kematian memang bisa dit.
  • Jumat, 10 April 2020 - 08:39:48 WIB

    Begini Suasana Jalanan Jakarta Hari 1 PSBB

    Begini Suasana Jalanan Jakarta Hari 1 PSBB JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah ruas jalanan di Jakarta tampak lengang pada hari pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Jumat (10/4) pagi. Suasana itu terlihat di kawasan Percetakan Negara, Jakarta Pu.
  • Kamis, 09 April 2020 - 13:10:56 WIB

    Viral! Guru Besar UGM Sebut AC Permudah Penularan Corona, Begini Surat Terbukanya

    Viral! Guru Besar UGM Sebut AC Permudah Penularan Corona, Begini Surat Terbukanya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Viral soal surat terbuka AC yang disebut menguntungkan transmisi virus Corona COVID-19. Dalam surat tersebut, Prof dr Madarina Julia, Sp A (K), MPH, Ph, D, dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyar.
  • Rabu, 08 April 2020 - 18:51:11 WIB

    Besok Dibuka, Begini Cara Daftar Kartu Pra Kerja

    Besok Dibuka, Begini Cara Daftar Kartu Pra Kerja JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah menyiapkan program Kartu Pra Kerja untuk masyarakat yang terdampak virus Corona (COVID-19), seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mereka yang kesulitan mencari kerja. Program ini re.
  • Selasa, 07 April 2020 - 10:14:54 WIB

    Cuaca Lembab Rentan Penularan Corona? Begini Hasil Kajian BMKG

    Cuaca Lembab Rentan Penularan Corona? Begini Hasil Kajian BMKG JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, Tim BMKG telah melakukan Kajian berdasarkan analisis statistik, pemodelan matematis dan studi literatur tent.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM