Pohon Ini Diklaim Bisa Hambat Perkembangan Virus Corona


Ahad, 15 Maret 2020 - 23:44:19 WIB
Pohon Ini Diklaim Bisa Hambat Perkembangan Virus Corona Pohon kina

 


JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kandungan klorokuin dalam pohon kina disebut-sebut menjadi obat atau vaksin virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Namun peneliti masih melakukan studi lebih lanjut terkait temuan ini.

Sejak virus korona/COVID-19 menjadi wabah pandemi, para peneliti tidak berhenti berjuang untuk menemukan obatnya. Hingga kini pun belum ada obat atau vaksin virus korona/COVID-19 yang benar-benar.

Tapi para ilmuwan mencoba beralih ke jenis obat lama, yang dinilai bisa bermanfaat bagi pasien positif korona COVID-19. Contohnya yang telah diamati oleh peneliti, yakni klorokuin. Kandungan klorokuin itu ada di dalam pohon kina.

Pohon kina terkenal digunakan untuk mengobati penyakit malaria dan penyakit autoimun. Obat klorokuin ini disebutkan sekarang tengah diuji coba di sekitar 10 rumah sakit di China.

Penelitian telah menunjukkan bahwa klorokuin fosfat tersebut efektif melawan virus, termasuk virus korona/COVID-19.

Dalam sebuah studi tahun 2005 yang diterbitkan di Virology Journal, para ilmuwan mencatat bahwa obat tersebut menunjukkan efek anti-virus yang kuat terhadap virus korona/COVID-19, kontributor atas sindrom pernafasan akut yang parah (SARS).

Para peneliti menemukan bahwa klorokuin ini dapat menghambat virus, ketika diobati pada primata, sebelum atau setelah terpapar virus. Obat anti-malaria ini nampaknya menargetkan enzim pengonversi angiotensin 2 (ACE2), termasuk SARS-CoV-2.

Nah, manfaat dari klorokuin yang diteliti di masa lalu, mendorong minat para peneliti untuk mencoba klorokuin pada pohon kina, bisa mengatasi virus korona/COVID-19. Para peneliti di China, disebutkan sedang menguji obat anti-malaria pada lebih dari 100 pasien COVID-19 di sekitar 10 rumah sakit.

Menurut para ilmuwan, pasien yang menerima klorokuin menunjukkan lebih banyak peningkatan daripada pasien yang tidak dirawat dengan klorokuin.

Pasien yang dirawat dengan klorokuin, menunjukkan adanya penurunan demam dan proporsi lebih cepat pulih yang lebih besar. Diketahui lebih lanjut, China National Center for Biotechnology mengungkapkan, para ahli telah mengusulkan penggunaan obat klorokuin ini dalam uji klinis yang lebih luas.

Senada dengan China National Center for Biotechnology, kelompok kolaborasi multicenter dari Departemen Sains dan Teknologi dan Komisi Kesehatan Provinsi Guangdong, telah menerbitkan tentang manfaat klorokuin, untuk pengobatan pneumonia karena virus korona. Dikatakan bahwa obat itu dapat membantu keberhasilan perawatan dan mengurangi durasi perawatan di rumah sakit.

Dalam makalah yang diterbitkan dalam jurnal Cina Yiigle, para peneliti merekomendasikan penggunaan obat dalam bentuk tablet 500 miligram yang dikonsumsi dua kali sehari selama 10 hari. Kepada para pasien yang didiagnosis dengan pneumonia ringan, sedang, atau berat yang disebabkan oleh virus.

Namun patut diingat, obat ini tidak direkomendasikan untuk pasien yang memiliki masalah alergi atau terkait dengan hipersensitivitas. Demikian seperti diwarta Gilmorehealth, Jumat (13/3/2020).(*)

 


 

 Sumber : okezone /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM