Begini Cara Mario Syahjohan Salurkan Bakat Emak-emak di Solsel


Senin, 16 Maret 2020 - 10:55:28 WIB
Begini Cara Mario Syahjohan Salurkan Bakat Emak-emak di Solsel Pembukaan pelatihan menjahit dan prosesing pembuatan kue komitmen Mario Syahjohan terhadap konstituen. IST

SOLOK SELATAN,HARIANHALUAN.COM - Anggota DPRD Sumatra Barat (Sumbar) Mario Syahjohan menyalurkan bakat kaum perempuan (emak-emak) untuk peningkatan kualitas ekonomi dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) Padang Panjang serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar.

Mario mengatakan, program pemberdayaan ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan keinginan perempuan untuk peningkatan SDM dan membangkitkan ekonomi di Daerah Pemilihan Sumbar 7.

Baca Juga : Antisipasi Curanmor saat Ramadan, Ini Imbauan Polda Sumbar

"Ini adalah semacam bentuk komitmen Kita, bahwa pembangunan bukan hanya fisik saja tetapi juga dalam hal peningkatan SDM yang bisa menopang perekonomian keluarga," sebutnya pada harianhaluan.com, Senin (16/3/2020).

Menurutnya, program yang diberikan berupa pelatihan Menjahit dan Prosesing membuat kue terhadap kaum perempuan. Dimana, kegiatan berbasis kompetensi itu dibuka di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan (Solsel) pada Jumat (13/3/2020).

Baca Juga : Berkunjung ke Sumbar, Doni Monardo Minta Perantau Lebaran Virtual

Mario menambahkan, aspirasi emak-emak merupakan salah satu pesan moral yang harus dilakukan. "Apalagi peluang usaha cukup terbuka disekotor ini. Salah satu hasil pengamatan saya di Solsel belum ada semcam toko yang menjual beragam jenis kue," lanjutnya.

Ia berharap, program ini semoga bisa memotivasi kaum perempuan, karena Gerindra berkomitmen untuk membangun SDM. "Sesekali, saya akan meninjau proses dan melihat. Apakah ada keinginan kaum emak-emak ini untuk berwirausaha nantinya setelah pelatihan. Intinya, saya ingin berbuat terhadap masyarakat dan untuk memberikan bukti. Semoga bisa dinilai ibadah," bebernya.

Baca Juga : Pengurus DPD Ikadin Sumbar Dilantik, Siap Lahirkan Hotman Paris dari Minang

Kepala UPTD BLK Padang Panjang, Suriadi Boy menyebutkan jika peserta pelatihan menjahit dan Prosesing dari kaum perempuan diberikan asuransi dari BPJS. Pihaknya, memberikan durasi pelatihan selama 40 hari untuk keterampilan menjahit dan 30 hari untuk Prosesing membuat kue.

"Ada dua Instruktur yakni Nurazizah aliad Mama Gadih dan Elfiana Oktrismi. Pesert juga dibekali pakaian kerja dan diberikan uang transportasi," sebutnya.

Baca Juga : Diburu Waktu, Wagub Sumbar Perintahkan Dinkes Kejar Target Vaksinasi Lansia

Pihaknya, mengatakan program pemberdayaan berbasis kompetensi  dari pokok pikiran Mario Syahjohan adalah sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat. "Untuk itu, Kami siap membantu dan apresiasi atas perhatian dan kepedulian pada daerah pemilihan pak Mario. Kami hanya pelaksana, dikasih anggaran maka bisa laksanakan program ini," ujarnya.

Menurutnya, tanpa perjuangan dari Mario Syahjohan maka tidak bakal ada program ini. "Kepada instruk, tolong ilmunya diberikan semua dan peserta jangan malu bertanya jika ada yang tidak paham," katanya.

Suriadi mengatakan, ini kesempatan terbaik. Bagaimana peserta bisa terampil, mandiri dan menghasilkan dalam menopang perekonomian. "Kami juga ingin kolaborasi dari Disnakertrans Solsel supaya ada tindak-lanjut setelah pelatihan ini. Satu paket kegiatan diikuti oleh 16 orang peserta," katanya.

Terpisah, Sekretaris Disnakertrans Solsel Suwirman didampingi Kepala BLK Padang Aro, Sumardianto program ini bagian dari upaya mengurangi pengangguran, dan sebagai bentuk bantuan menciptakan lowongan pekerjaan terhadap masyarakat di Solsel.

"Aspirasi yang diperjuangkan oleh anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan akan bermanfaat apabila diikuti dengan niat dan perbuatan yang sungguh-sungguh. Kita harapkan peserta bisa memaksimalkan selama proses pelatihan ini sehingga keinginan tersebut bisa berhasil. Kuncinya niat dan perbuatan," katanya.

Senada, Camat Sungai Pagu, Rolli Almar berterimakasih karena telah mengalokasikan pokir untuk kegiatan pelatihan bagi kaum perempuan di Solsel. "Pada peserta, kita tidak ingin pelatihan ini hanya dijadikan sebagai waktu untuk mengisi waktu kosong. Namun, ikuti dengan baik supaya bisa mendapatkan keahlian, jadikan sebagai hobi. Setelah pelatihan bisa mengembangkan supaya berdaya guna," sebutnya.

Sementara, peserta pelatihan Dona, Ayu dan Esi berharap dengan adanya program pelatihan ini bisa membuatnya menjadi wirasahawan dalam bidang membuat kue dan menjahit. "Kami sangat berterima kasih kepada pak Mario atas dedikasi dan perhatiannya terhadap Emak-emak dalam membangun keterampilan demi penguatan ekonomi keluarga," tutupnya. (h/jef)

Reporter : Jefli | Editor : Heldi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]