Menyibak Sejarah! Corona Datang Seabad Setelah Wabah Jrong Lumpuhkan Jawa


Senin, 16 Maret 2020 - 15:13:21 WIB
Menyibak Sejarah! Corona Datang Seabad Setelah Wabah Jrong Lumpuhkan Jawa Ilustrasi

SOLO, HARIANHALUAN.COM - Virus Corona (Covid-19) mewabah di seluruh dunia. Ternyata dalam sejarah di Jawa, wabah yang menewaskan ribuan orang pernah terjadi. Tepat Seabad lalu.

Wabah pes atau yang dalam penamaan orang Jawa pedesaan disebut pageblug jrong pernah terjadi di kisaran tahun 1920-an atau seabad lalu. Saat itu penyakit pes yang disebarkan oleh tikus mewabah di Jawa, termasuk kawasan Solo dan sekitarnya.

Dalam catatan sejarah, dr Cipto Mangunkusumo dengan gagah berani terjun sendirian menangani wabah pes di Malang, Jatim. Berhasil menangani wabah tersebut di Malang, Cipto ingin melakukan hal serupa di Solo yang juga terkena jrong di waktu yang lebih belakangan. Namun keinginan tersebut Cipto dihadang oleh Belanda.

Sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Heri Priyatmoko, mengatakan wabah pes di Solo berasal dari tikus-tikus di gerbong kereta di Stasiun Jebres. Saat itu masyarakat banyak yang harus dikarantina akibat penyakit itu.

"Bahkan raja dan pembesar kolonial yang biasanya terlibat konflik politik, mereka bekerja sama menangani masalah itu," kata Heri saat dihubungi detikcom, Senin (16/3/2020).

Mereka membangun barak atau rumah karantina di kawasan Penumping, Solo. Tim medis juga disiagakan untuk menyuntik vaksin.

Dalam laporan pertanggungjawaban Memori van Overgave (MvO) Residen Surakarta, Harloff dan van Wijk, kematian warga akibat jrong di Solo mencapai ribuan jiwa.

"MvO adalah laporan pertanggungjawaban residen sebelum lengser. Tahun 1924 warga Solo Raya yang mati mencapai 4.482 jiwa. Tahun 1925 mencapai 5 ribu jiwa," ujarnya.

Sedangkan saat ini, Corona datang mulai dari Wuhan, China dan merebak ke Eropa, Amerika, bahkan seluruh dunia. Korban di Indonesia pun semakin bertambah dari hari ke hari.

Per Senin (16/3/2020) pukul 05.00 WIB, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan sudah ada 117 orang yang positif COVID-19 di Indonesia. Lima di antaranya telah meninggal dunia.(*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : NOVA

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]