Kemendes PDTT Cek Lahan, Kortanius: Mentawai Sangat Butuh Pabrik Industri Berbahanbaku Pisang


Senin, 16 Maret 2020 - 19:00:08 WIB
Kemendes PDTT Cek Lahan, Kortanius: Mentawai Sangat Butuh Pabrik Industri Berbahanbaku Pisang Kortanius Sabeleake dan Ir. Sudrajat diwawancarai jurnalis. (Foto REDDY)

MENTAWAI, HARIANHALUAN.COM- Rencana pembangunan Industri Tepung Pisang di Kepulauan Mentawai memasuki tahap peninjauan ulang lahan pembangunan yang telah dihibahkan Pemerintah setempat kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian PDTT) RI.

Hal tersebut dikatakan oleh Ir. Sudrajat Direktur Direktorat Pengembangan Daerah Rawan Pangan, Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kementerian PDTT), Senin (16/03) di Tuapejat. 

Baca Juga : Rudi Hariansyah Safari Ramadan Khusus di Tapan Kabupaten Pesisir Selatan

"Sekarang kita melakukan peninjauan ulang memastikan lokasi pembangunan Industri produksi tepung pisang, kita akan melihat layak tidaknya lokasinya, rencana kan kita akan bangun tempat mesin industri, gudang untuk pengemasan produk dan pendukung lainnya, " tuturnya. 

Ia menyebutkan jika semua persyaratan sudah cukup ditargetkan pada awal april 2020 proyek pembangunan Industri Tepung Pisang di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan bakal  dilelang dan tahun ini mulai dibangun, melalui dana Pusat.

Baca Juga : Pacu Pembangunan Daerah, Pemkab Pesisir Selatan Gaet Dana Pusat

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Kepulauan Mentawai Kortanius Sabeleake menyebutkan bahwa pihaknya sangat mengharapkan pembangunan Industri Tepung Pisang, sebab katanya potensi pisang di Mentawai cukup banyak.

"Kita tentu sangat bersyukur jika pembangunan ini jadi, karena bisa kita lihat kapal yang berangkat ke Padang itu memuat pisang full, jadi itu sudah tanaman yang berkelanjutan bukan musiman, Harapan bagaimana pisang itu keluar dari mentawai dalam bentuk produk tepung, " ungkapnya.

Baca Juga : Gandeng Ruangguru, Pemko Padang Panjang Tingkatkan Kompetensi Guru 

Ia menyebutkan pembangunan tersebut sebagai percontohan dan apabila berhasil, maka hal serupa juga akan dibangun di Daerah lainnya di Mentawai, " Sekarang saja tanaman pisang sudah cukup banyak, apa lagi sudah ada industri yang menampung pisang, masyarakat petani akan lebih termotivasi untuk bertanam pisang, nah kemudian pabrik ini juga akan menyerap tenaga kerja," ungkapnya.

Ia menyebutkan pihaknya telah menyiapkan lahan lebih kurang 5   hektar di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan, dimana wilayah Kecamatan Pagai Selatan dan Utara serta Kecamatan Sikakap dinilai memiliki potensi pisang yang cukup tinggi," Harapan kita dengan adanya industri ini, bisa mengurangi lahan tidur di Mentawai," imbuhnya.

Baca Juga : Satlantas Polres Padang Panjang Bagi Bunga dan Masker ke Pengendara

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mentawai Hatisama Hura menyebutkan hal senada bahwa rata-rata masyarakat petani di Mentawai memiliki tanaman pisang, selain merupakan budaya, pisang juga saat ini sudah mulai memiliki nilai jual yang jauh lebih baik. 

"Kita dari Dinas Pertanian akan mendorong masyarakat khususnya di wilayah rencana industri tepung pisang ini dibangun untuk membuat kelompok penanaman pisang, hal ini untuk mendukung kebutuhan industri, " pungkasnya. (*).

Reporter : REDY | Editor : Dodi
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]